3 Berita Teratas: Apindo Tapera menolak undang-undang pemerintah yang mengurangi upah pekerja, dan menyebut kebijakan tersebut sebagai ‘beban baru’.

Uncategorized53 Dilihat

TEMPO.CO, JakartaTempo Bahasa Inggris Rabu, 29 Mei 2024 Melengkapi tiga berita teratas. Berikut highlightnya: Apindo Tapera menolak undang-undang pemerintah yang memotong upah pekerja, menyebut kebijakan tersebut sebagai ‘beban baru’, pemerintah Indonesia mendapatkan lelang obligasi pemerintah sebesar Rp 22 triliun dan desainer Indonesia menyoroti 4 indikator ‘penjajahan’ di Bali.

Berikut daftar 3 berita teratas hari ini versi Tempo English.

1. Apindo menolak RUU pemerintah untuk memotong gaji pekerja Tapera, menyebut kebijakan tersebut sebagai ‘beban baru’

TEMPO.CO, Jakarta – Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menolak kebijakan pemerintah yang memotong tiga persen gaji pekerja swasta untuk premi tabungan perumahan rakyat atau program tapera. Pada tanggal 20 Mei, Presiden Joko Widodo menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) No. Di tahun Tentang penerapan tapera pada tanggal 21 2024, perubahan PP no. 25 tahun 2020.

Program tapera terbaru hanya akan menambah beban baru bagi pengusaha dan pekerja, kata Ketua Umum Apindo Shinta Kamdani dalam keterangan resmi, Selasa, 28 Mei 2008.

Klik di sini untuk membaca lebih lanjut

2. Pemerintah Indonesia menerima 22 triliun dolar dari lelang obligasi pemerintah

TEMPO.CO, Jakarta Pemerintah menerima 22 triliun dolar Tender Harga lelang obligasi pemerintah atau sun pada Selasa 28 Mei 2024 sebesar 47,1 triliun birr.

Terdapat delapan seri SUN yang dilelang dalam sistem lelang Bank Indonesia, antara lain seri SPN03240828, SPN12250529, FR010, FRSDG001, FR0100, FR0098, FR0097, dan FR0102.

Klik di sini untuk membaca lebih lanjut

3. Desainer Indonesia Soroti 4 Indikator ‘Kolonial’ di Bali

TEMPO.CO, Jakarta Sebagai destinasi pariwisata, Bali Terkenal dengan keindahan alamnya, kekayaan budayanya dan keramahan masyarakatnya. Pariwisata di Bali diketahui mulai populer pada masa Hindia Belanda.

Menurut buku itu Revolusi tidak akan pernah berakhir. Oleh Remy Madinier, keindahan pulau-pulau, termasuk Bali, menarik banyak wisatawan Eropa. Misalnya saja kisah perjalanan Comte de Bouvoir (1871) dan Thomas Stamford Raffles (1824) yang berperan penting dalam menyebarkan citra wisata pertama di Bali. Sejak saat itu, Bali mulai mempromosikan dirinya sebagai destinasi wisata.

Klik di sini untuk membaca lebih lanjut

Tempo.co



Quoted From Many Source

Baca Juga  Kapolda hadiri perjanjian kerjasama dengan Universitas Terbuka Ternate

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *