35,6% wilayah Jabar mengalami kekeringan parah, 2 wilayah ini sudah 122 hari tidak hujan.

Uncategorized167 Dilihat

TEMPO.CO, Bandung – 35,6 persen penduduk Jabar mengalami hal tersebut. Kekeringan tinggi Akibat tidak adanya hujan selama lebih dari 60 hari. Berdasarkan data pemantauan terkini Stasiun Penelitian Iklim BMKG Jawa Barat, kekeringan parah terlama terjadi di Kecamatan Padalarang Kabupaten Bang Barat dan Siurebon di Kecamatan Plumbon selama 122 hari.

“Secara umum khususnya di wilayah pantai utara,” kata Hadi Saputra, Koordinator Data dan Informasi Stasiun Iklim BMKG. Jawa baratSabtu, 21 Oktober 2023.

Gejala kekeringan parah tersebar di kota-kota besar dan kecil seperti Bekasi, Karawang, Subang akibat lebih dari 60 hari tidak turun hujan. Lalu Indramayu, Cirebon, Majalengka dan Sumedang. Kekeringan parah lainnya terjadi di wilayah utara Garut, Bandung, Kota Tasikmalaya, Siam, Banjar, dan Pangandaran.

“Untuk wilayah Bogor, Sukabumi Utara, Cianjur Utara, saat ini kita memasuki masa peralihan musim kemarau ke musim hujan,” kata Hadi.

Pada bulan Oktober 2023, prakiraan BMKG tahun ketiga atau sepuluh hari termasuk kategori curah hujan rendah atau kurang dari 50 mm dan sifat curah hujan umumnya di bawah normal. Hanya sebagian kecil wilayah Bogor yang diperkirakan mendapat curah hujan 100 hingga 150 mm per hari dalam kategori sedang.

Berdasarkan data dasar analisis curah hujan terkini, total curah hujan di Provinsi Jawa Barat merupakan persyaratan minimum yaitu sebesar 94,5 persen. Sisanya atau sekitar 5,5 persen mengalami curah hujan sedang.

iklan

Menurut Rakmat Prasetia, Kepala Stasiun Iklim Jawa Barat, wilayah Jabar secara keseluruhan akan memasuki musim hujan yang berbeda. Periodenya dimulai pada tahun kedua Oktober sampai dengan Desember 2023.

Pada akhir pekan, Sabtu, 21 Oktober, potensi hujan tersebar luas meliputi Bogor, Depok, Bekasi, Karawang, Sukabumi, Siangjur, Bandung Raya, Sumedang, dan Garut. Lalu wilayah pesisir utara seperti Subang, lalu Purwakarta, Indramayu, Sirebon, Majalengka, serta Kungan dan Kiamis.

Baca Juga  LRT telah melayani 10 juta penumpang sejak diluncurkan Agustus tahun lalu.

Per Minggu, 22 Oktober, di wilayah Depok, Karawang, Bekasi, Purwakarta, Sukabumi, Sianjur, Bandung Raya, Sumedang, Majalengka, Kungan, dan Ciamis.

Pilihan Editor: Apa yang dimaksud dengan kejadian curah hujan pada musim kemarau sebagai anomali, anomali cuaca?



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *