4 busana batik utama Sri Mulyani, corak cerah dan gaya bolero

Uncategorized503 Dilihat

CANTIKA.COM, Jakarta – Sri Mulyani, Menteri Keuangan RI, diketahui beberapa kali mengenakan batik sebagai pakaian renang modis. Dimulai dengan gaya Kemeja, bagian luarHingga tampilan bolero menjadi fashion yang menarik perhatian.

CANTIKA mengulas busana batik Sri Mulyani dalam 4 gaya berikut.

1. Bolero Pola Monokrom

Sri Mulyani mengenakan atasan batik setengah bolero bermotif monokrom hitam putih pada acara penutupan Ditjen Perbendaharaan pada 29 Desember 2023. Terdapat aksen tumpang tindih pada bagian leher dan benang berbentuk lonceng tepat sasaran.

2. Batik warna biru kombinasi motif bunga dan garis-garis

Di tahun Dalam foto yang diunggah pada 29 November 2023, Lahir 26 Agustus 1962, ia bernyanyi bersama Menteri PUPR Basuki sebagai Kat Sizey, lagu hit Suzy Quattro. Di musim panas ini, Sri Mulyani kembali memakainya Kemeja Batik dengan merasa seperti Beskap hijau dan kuning. Terdapat dua motif bunga dan garis-garis di lengan dan leher bagian bawah. Jangan lupa sematkan di dada kiri atas sebagai aksen manis.

Kemarin saya ditodong senjata oleh Pak Bass untuk bernyanyi di acara @kemenpupr. Alasannya agar saya bisa sedikit tersenyum dan tidak stres terus-menerus. Meskipun Pak Bass ingin bermain drum… untuk sedikit bersantai. Saya mendengar lagu itu di radio pada tahun 1970an ketika saya masih keciltulisnya pada keterangan fotonya.

3. Batik luar

Di tahun Pada hari pertama Pertemuan Menteri Keuangan APEC (Asia Pacific Economic Cooperation) 2023 di San Francisco pada 13 November 2023, Sri Mulaney mengenakan batik berwarna coklat keemasan dengan kaus dalam berwarna hitam.

4. Batik Sekar Jagad

Saat menghadiri COP 28 di Expo City Dubai, Sri Mulyani mengenakan Batik Sekar Jagad yang dikenakan di berbagai kesempatan termasuk Batik Istana. Ia memadukannya dengan celana palazzo hitam.

Baca Juga  Perserikatan Bangsa-Bangsa: Meningkatnya ancaman terhadap pemukiman Israel menghambat pembentukan negara Palestina

Batik Sekar Jagad merupakan perpaduan jenis batik Parang, Kaung dan Flora.
Ketiganya mempunyai sejarah yang panjang dan penuh filosofi.

Batik parang berasal dari Dinasti Karthasura Mataram. Gaya tersebut menandai huruf S sebagai simbol kesinambungan. Kaung Batik artinya kita bisa mengendalikan hawa nafsu dan menjaga hati nurani. Sedangkan Flora Batik melambangkan kehangatan.

Pilihan Editor: Momen hangat persahabatan Retno Marsudi dan Sri Mulyani, makan gado-gado bersama mulai tahun 2024

Hallo sahabat cantik, yuk update informasi untuk para wanita Telegram yang indah



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *