45 Ribu Jamaah Masuk Kategori Lansia, Kemenag sediakan 8 layanan ini.

Uncategorized35 Dilihat

TEMPO.CO, Jakarta – Tahun ini Kementerian Agama kembali mengusung tanda pengenal tersebut Haji Ramah senior. Hal serupa juga terjadi pada penyelenggaraan haji tahun 1444 H/2023 M karena 22 persen dari 213.320 jamaah yang menunaikan tahun ini berusia 65 tahun ke atas. Orang tua.

Lansia terbagi dalam empat kelompok umur, yakni 34.420 jemaah pada rentang usia 66-75 tahun, 8.435 jemaah pada rentang usia 76-85 tahun, 1.835 jemaah pada rentang usia 86-95 tahun, dan 55 orang pada rentang usia di atas 95 tahun. usia.

Selain itu, ada empat kategori jamaah lansia. Pertama, lansia sudah mandiri. Kedua, lansia dengan penyakit penyerta masih bisa melakukan aktivitas sehari-hari secara mandiri. Ketiga, lansia yang membutuhkan bantuan orang lain ketika melakukan aktivitas sehari-hari di luar rumah. Keempat, lansia yang membutuhkan bantuan orang lain ketika melakukan aktivitas di dalam dan di luar ruangan.

Upaya Kementerian Agama untuk membuat ibadah haji nyaman bagi lansia

1. Status kesehatan

Menurut Juru Bicara Kementerian Agama Anna Hasbi, upaya menjadikan lansia ramah haji sudah dilakukan sejak Indonesia. Rencana pelayanan lansia ini dapat menjadi model pelayanan haji yang akan dikembangkan pada tahun-tahun mendatang. Sebab, waktu tunggu yang sangat lama dan jumlah jamaah lansia yang cenderung meningkat.

Anna Hasbi akan memulai program pelayanan bagi jamaah haji lanjut usia antara lain dengan kebijakan mengenai kondisi kesehatan sebelum membayar biaya haji.

“Sebelum membayar pahala, sebaiknya dicek terlebih dahulu kesehatan jemaahnya. Kalau memenuhi kriteria Istitha, boleh bayar harganya. Ini upaya agar jemaah yang keluar tetap sehat, meski sudah lanjut usia,” kata Anna Hasbi dalam keterangannya yang dirilis pada Sabtu, 26 Mei 2024.

2. Petugas Pelayanan Lansia

Upaya lainnya adalah mempersiapkan petugas. Secara khusus, dalam struktur Pejabat Penyelenggara Haji terdapat bidang pelayanan senioritas dengan jumlah petugas berusia 45 tahun. Mereka merupakan anggota Petugas Penanggulangan Krisis dan Pertolongan Pertama Haji (PKP3JH) dan Penyandang Disabilitas. Termasuk jenazah dokter dari RS TNI/Polri. Selain lansia, mereka juga melayani jemaah penyandang disabilitas.

“Mereka akan bekerja sama dengan pengurus bidang perhotelan jemaah serta pengurus Masjid Nabawi dan Masjidil Haram dalam memberikan pelayanan kepada jamaah haji Indonesia,” kata Anna.

3. Orang tua Bimsk

Bimbingan Manasik (Bimsik) juga merupakan metode sistematis untuk mewujudkan ibadah haji yang cocok bagi lansia. Tak seperti biasanya, ritual bagi jamaah haji lanjut usia dimasukkan dalam proses bimisk. Manasik juga dirancang untuk meningkatkan kesadaran di kalangan umat, terutama bagi para lansia.

“Kami juga meminta KBIHU berkomitmen untuk menaati peraturan perundang-undangan tentang pelayanan bagi jemaah lansia, khususnya dalam penyelenggaraan ibadah yang sesuai dengan kondisi fisik dan kesehatan lansia,” kata Anna.

Secara tertulis, hal ini dibacakan bersama oleh KBIHU FK pada tanggal 29 April 2024 tahun 1445 H/2024 A.

4. Koleksi

Upaya lain yang dilakukan di Indonesia adalah dengan mengontrol komposisi rombongan agar ibadah haji lebih ramah usia. Klaster tersebut disusun dengan mempertimbangkan komposisi jemaah lansia dan non-lansia. Pengaturan duduk di dalam pesawat dilakukan pada saat penyusunan deskripsi penerbangan.

Baca Juga  Jaksa Agung Sadikin Rusli telah menetapkan tersangka baru dalam kasus BTS Kominfo

“Lansia diberikan prioritas tempat duduk di kursi kelas bisnis dan/atau di dekat pintu untuk memudahkan evakuasi,” kata Anna.

5. Jaga agar upacara tetap singkat

Proses keluar dari konferensi seringkali merupakan proses pengiriman dan penerimaan yang panjang dan membosankan. Kementerian Agama telah menerbitkan surat edaran Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Nomor 1 tentang tata cara pemberangkatan dan kedatangan tahun 2024. Surat edaran yang diterbitkan pada 15 Maret 2024 ini ditujukan kepada Kepala Dinas PHU, Kepala Kementerian Agama kabupaten/kota, dan Pejabat Penyelenggara Embarkasi Haji (PPIH) se-Indonesia, serta Kepala PPIH di Arab Saudi.

Surat edaran ini memuat ketentuan mengenai tata cara keberangkatan dan kedatangan, penerimaan dan pemberangkatan. “Orang lanjut usia harus diprioritaskan. Oleh karena itu, pada tahun ini tidak ada pembicaraan panjang pada upacara pemberangkatan dan kedatangan, kata Anna.

Di tahun Pada tahun 2024, Dirjen PHU mengeluarkan ketentuan mengenai tata cara pemberangkatan dan kedatangan jamaah haji sebagai berikut.

1. Formalitas keberangkatan dan kedatangan tingkat kabupaten/kota, boarding dan check-in serta kedatangan dan keberangkatan di Arab Saudi akan dilakukan untuk rombongan pertama saja.

2. Pengurangan upacara asal dan kedatangan di kabupaten/kota;

A. Waktu maksimal 30 menit;

B. diterima maksimal 2 (dua) orang;

3. Meminimalkan upacara penyambutan dan pemberangkatan di Embarkasi;

A. Waktu maksimal 30 menit;

B. diterima maksimal 2 (dua) orang;

C. Jamaah haji lanjut usia dan risti tidak perlu menghadiri upacara;

iklan

D. Jamaah haji lanjut usia dan artistik menerima layanan satu kali terlebih dahulu;

4. Pengurangan upacara penyambutan dan pemberangkatan di Arab Saudi;

A. Waktu maksimal 30 menit;

B. diterima maksimal 2 (dua) orang;

C. Peziarah lanjut usia dan berkarat tidak perlu menghadiri upacara tersebut.

6. Pelayanan akomodasi haji

Haj Hostel menyediakan layanan yang nyaman bagi warga lanjut usia. Beberapa upaya telah dilakukan, antara lain alat bantu jalan bagi lansia; menyediakan dokter geriatri, psikiater, dan profesional medis lainnya; Menyiapkan ruangan khusus lansia di lantai dasar dan menyediakan kendaraan khusus untuk memudahkan mobilitas lansia dari aula menuju kamar.

“Jemaah bermalam di Asrama Haji sebelum berangkat ke Tanah Suci. “Makanya Asrama Haji menyiapkan menu khusus untuk warga lanjut usia,” ujarnya.

7. Layanan Arab Saudi

Ia juga memberikan layanan nyaman bagi para lansia selama berada di Arab Saudi bagi jamaah haji. Pada jam-jam puncak haji Arafa, Muzdalifa dan Mina (Armuzna), disediakan akomodasi, transportasi, katering, kesehatan, bimbingan ibadah, dan pelayanan pada jam-jam puncak haji.

Pejabat Perencanaan Haji Arab Saudi (PPIH) telah mengatur bus khusus tingkat rendah untuk angkutan salat, safari umrah dan wukuf wajib bagi jemaah lanjut usia, kata Anna. “PPIH telah menyiapkan ruangan khusus bagi warga lanjut usia dan pendampingnya, serta hotel khusus bagi pelaku perjalanan lanjut usia peserta Safari Wukuf.”

Dalam hal pelayanan makanan, PPIH menyiapkan menu khusus jamaah senior berdasarkan data aktual berdasarkan kebutuhan masing-masing kelompok. “Di Safari Wukuf, disiapkan menu khusus untuk jamaah senior,” kata Anna.

Baca Juga  Serangan Israel semakin intensif, dan Gaza bergelut dengan korban jiwa.

Ada sejumlah isu yang disiapkan terkait pelayanan kesehatan. Pertama, mengembangkan alat bantu berjalan untuk lansia yang memiliki masalah kekuatan otot, disabilitas, dan keseimbangan. Kedua, melakukan kunjungan khusus kepada lansia. Ketiga, menyiapkan dokter geriatri, psikiater, dan tenaga medis lainnya, kata Anna.

Terkait ibadah, PPEH telah menyiapkan rencana khusus untuk menjadikan umrah wajib bagi jamaah lansia. Skema tersebut antara lain mencakup pelaksanaan umrah wajib menggunakan kursi roda dengan berbasis kartu kendali.

Sebagai bagian dari upaya pengamanan, wisatawan lanjut usia yang membutuhkan kursi roda didorong dan difasilitasi oleh layanan penyewaan kursi roda Masjidil Haram. Untuk memantau proses dengan baik, kartu kendali diterapkan pada langkah-langkah berikut.

1. Ketua tim akan memberikan informasi mengenai jamaah dan biaya layanan mendorong kursi roda bagi lansia dan penyandang disabilitas di sektor Makkah.

2. Petugas Bagian melapor kepada Kepala Bagian Lansia, Penyandang Disabilitas dan PKP3JH Dakar Makkah.

3. Petugas Sektor Makkah akan menyiapkan kartu kendali bagi banyak jamaah umrah dengan menyewa kursi roda.

4. Jamaah akan melanjutkan perjalanan dengan bus menuju Masjidil Haram dengan didampingi oleh Petugas Sektor Makkah dan/atau Petugas Tim.

5. Petugas Sektor Makkah dan/atau Petugas Tim menyerahkan rakitan beserta kartu kendali kepada petugas dinas pendorong kursi roda kepada Petugas Bidang Khusus Masjidil Haram.

6. Setelah umroh, Petugas Sektor atau Pramugari Makkah akan menerima jamaah dan kartu kendali serta menyelesaikan proses pembayaran.

7. Jamaah akan diantar oleh petugas sektor Makkah dan/atau petugas tim dan kembali ke hotel dengan bus salat.

8. Safari Wukuf Khusus

Program Safari Wukuf khusus bagi jamaah haji lanjut usia dan difabel dilaksanakan pada musim haji tahun 1444 H/2023. Sebanyak 129 orang lanjut usia mengikuti Safari Wukuf.

Tahun ini, Program Safari Wukuf Lansia dan Disabilitas kembali diselenggarakan oleh PPIH Arab Saudi. Peserta program ini adalah mereka yang memiliki kondisi kesehatan yang memerlukan perhatian khusus. Mereka umumnya membutuhkan bantuan untuk keperluan pribadi, seperti makan, mandi, dan lain-lain.

Sebelum berangkat ke Arafat, para lansia dan penyandang disabilitas akan ditampung di hotel khusus bersama anggota tim manajemen krisis haji dan pertolongan pertama yang terdiri dari dokter dan perawat, kelompok pemandu ibadah, dan petugas layanan lansia. . Setelah selesai Safari Wukuf, Anda akan kembali ke hotel hingga proses utama ibadah haji selesai.

Safari Wukuf ini kami selenggarakan khusus untuk jemaah lanjut usia dan difabel dengan mobilitas terbatas yang tidak dapat diakomodasi oleh Klinik Kesehatan Haji Indonesia atau KKHI.

“Bagi jamaah lansia yang tidak mengikuti Safari Wakaf, PPIH telah menyiapkan rencana kegiatan selama berada di Armuzna. Rencananya jamaah lansia akan naik bus terakhir dari Arafa dan melewati Muzdalifa (tanpa turun dari bus) dan berangkat. langsung ke Mina,” kata Anna.

Pilihan Editor: PPIH meminta keluarga setempat membantu jamaah haji menjaga kesehatan.



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *