Agus Rahardjo, mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi, mengaku sudah melaporkan ke Bawaslu Jatim: tidak ada tindakan.

Uncategorized97 Dilihat

TEMPO.CO, Jakarta – Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo Melaporkan kecurangan penghitungan suara calon legislatif (calon) Dewan Perwakilan Daerah Provinsi (DPD) Jawa Timur ke Badan Pengawas Pemilihan Umum (kandidat).saya minta maaf) RI.

Agus merupakan calon legislatif. DPD RI berharap Bawaslu RI dapat menindaklanjuti laporan tersebut, berbeda dengan yang melaporkan dugaan penipuan ke Bawaslu Jatim.

“Waktu itu kami laporkan berharap ada tindakan cepat (di Bawaslu Jatim), tapi ternyata tidak ada tindakan. Terus berlanjut, malah sekarang sudah direstrukturisasi,” kata Agus di Gedung Bawaslu RI, Jakarta, Rabu. . 13 Maret 2023.

Oleh karena itu, DPD RI Daerah Pemilihan Jawa Timur menyatakan tidak menandatangani hasil pemilu legislatif.

“Kami menyayangkan tidak merekrut kembali karena belum diperiksa. Baiklah, mudah-mudahan Bawalsu RI bisa menindaklanjutinya dengan baik,” ujarnya.

Berdasarkan hasil penghitungan ulang akhir Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Timur, Agus gagal melaju ke Senayan. Ia hanya menerima 2,2 juta suara dan menempati posisi ke-5. Sedangkan 4 bakal calon anggota DPD asal Jawa Timur lainnya lolos ke Senayan.

Agus menjelaskan, terdapat ketidaksesuaian antara Formulir C dan Formulir D. Ia mengatakan telah terjadi perubahan yang signifikan antara kedua formulir tersebut dan perubahan tersebut dinilai hanya menguntungkan segelintir orang saja.

Menurut Agus, ada tiga daerah pemilihan yang suaranya tidak cocok antara Formulir C dan Formulir D. Tiga provinsi yang menyusul adalah Agus, Pamekasan, Sampang, dan Sumenep.

“Jadi misalnya di C1, calegnya 13 orang. Nanti di D hanya 3 orang. Di repepsi kecamatan hanya 3 orang dan itu besar sekali menurut saya,” kata Agus.

Usai menyampaikan laporan ke Bawaslu, dia menyatakan akan melaporkan ke Dewan Koordinasi Pemilihan Umum (DKPP) yang diduga melakukan kecurangan dalam pemilu.

Baca Juga  PBB: Stasiun bantuan terapung buatan AS di Gaza tidak cocok

“Selain ke Bawaslu RI, kami ingin ke DKPP. Kami berharap ada langkah yang lebih baik setelah laporan ini selesai dibuat,” kata Agus.



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *