Asap pabrik kimia meracuni ratusan penduduk Ceylon, bukti kontaminasi menunggu uji laboratorium

Uncategorized106 Dilihat

TEMPO.CO, Jakarta – Asap hitam pekat dari knalpot pabrik kimia PT Chandra Asri Petrokimia menutupi sebagian kota CeylonBanten, Sabtu pagi 20 Januari 2024. Sebagian warga kota mengeluhkan sakit mata, sesak napas, serta mual dan muntah akibat bau asap.

Kepala Dinas Perlindungan Lingkungan Hidup Kota Cilegon Sabri Mahyudin mengatakan, keluhan dan keluh kesah masyarakat terkait dampak asap berasal dari Kecamatan Grogol, Pulomerak, Sittingkil, dan Siwandan. Yang terakhir adalah tempat pabrik berdiri.

“Kami sudah rapat dengan DPRD pada Senin pukul 14.00-17.30 untuk membahas asap tersebut,” kata Sabri saat dihubungi, Selasa, 30 Januari 2024.

Selain dirinya, tambah Sabri, perwakilan Pemkot Cilegon lainnya adalah Kepala Bagian Sumber Daya Manusia, Kepala Dinas Kesehatan, dan Kepala BPDD Kota Cilegon. Seluruh hadir dalam pertemuan tersebut dan mendengarkan pidato yang disampaikan oleh Chandra Asri.

Menurut Sabri, Chandra Asri menyampaikan kronologis kejadian dan langkah yang dilakukan, namun “pokok-pokok penting terlewatkan”.

Hal ini hanya memberikan contoh tindakan yang diambil setelah asap menyebar, dan anak perusahaan Barito di Pasifik memberikan kompensasi dalam bentuk kebutuhan pokok dan susu kepada warga yang terkena dampak. Nilai hibah tersebut tidak diungkapkan oleh Chandra Asri, kata Sabri.

Ia mengatakan, stasiun atau instrumen pengukuran Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di sekitar PT Chandra Asri kini sudah menunjukkan kualitas udara normal. Belum ada indikasi jelas kapan pengukuran hasil tersebut diperoleh atau sudah berapa lama pencemaran udara akibat asap Chandra Asri.

Baca halaman selanjutnya: Ratusan warga keracunan, termasuk puluhan anak-anak



Quoted From Many Source

Baca Juga  Farli Bahri tidak mengikuti ujian kemarin dan mengatakan bahwa dia tidak berbicara dengan mantan penasihat hukumnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *