Bamsot mengajak siswa untuk aktif dan berpikir kritis

Uncategorized142 Dilihat

informasi nasional – Ketua MPR RI sekaligus Wakil Ketua Partai Golkar Bambang Sosatio mengajak mahasiswa untuk selalu aktif dan berpikir mendalam agar bisa berkontribusi positif bagi negara dan bangsa. Mahasiswa melalui kegiatannya dapat membangkitkan dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap berbagai isu penting seperti hak asasi manusia, perlindungan lingkungan dan keadilan sosial. Siswa dapat mengadvokasi kebijakan dan reformasi yang adil dan demi kepentingan publik.

“Siswa yang mampu berpikir kritis dapat menyumbangkan ide-ide baru dan solusi kreatif untuk mengatasi kompleksnya tantangan yang dihadapi Indonesia, solusi yang belum pernah terpikirkan sebelumnya.” “Engaging” dari Jakarta, Rabu, 4 Oktober 2023.

Ketua DPR RI ke-20 sekaligus Ketua Komisi III DPR RI bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, dan Keamanan ini mengatakan, aktivisme mahasiswa tidak hanya penting dalam membangun pengetahuan politik. Namun lahirnya kebijakan politik yang berbeda menambah warna dan pengaruh terhadap kesadaran dan partisipasi politik.

“Aktivis mahasiswa mempunyai kematangan untuk mewujudkan partisipasi politik, mereka mempunyai kesempatan untuk menjadi bagian dari gerakan politik yang sehat dan mendidik.
Ikut serta dalam menjaga roda pemerintahan tetap pada jalurnya. “Berbagai kegiatan tersebut mengarah pada terwujudnya kehidupan demokrasi yang lebih fleksibel dan responsif,” kata Bamsot.

Ketua Dewan Pembina Depinas SOKSI dan Kepala Badan Penghubung Penegakan Hukum, Pertahanan dan Keamanan KADIN Indonesia menjelaskan, mahasiswa aktif kerap terlibat dalam pengabdian masyarakat dan kerja sukarela yang merupakan salah satu perguruan tinggi Dharma. Hal ini akan memberikan dampak positif langsung kepada masyarakat lokal, mengatasi berbagai permasalahan seperti permasalahan kemiskinan, kesenjangan sosial, terbatasnya akses terhadap pendidikan atau terpenuhinya layanan kesehatan sebagai realitas sosial di wilayahnya.

iklan

“Siswa yang selalu aktif dan berpikir penuh perhatian akan dihadapkan pada berbagai pergaulan, baik nasional maupun internasional. Hal ini mengembangkan cara pandang siswa dalam menafsirkan contoh, situasi dinamis dan berbagai permasalahan dunia. Posisi Indonesia dalam mengatasi berbagai tantangan global dan membuka peluang kolaborasi dan kerja sama dengan berbagai badan internasional untuk meningkatkan citranya di mata dunia.

Baca Juga  Kepercayaan Kubu Anis-Prabowo-Ganjar Jelang Keputusan Debat Pilpres di Mahkamah Konstitusi

Dosen Pascasarjana Reformasi Hukum Nasional dan Politik Hukum Fakultas Hukum Universitas Borobudur ini menambahkan, budaya berpikir kritis mahasiswa dapat meningkatkan standar akademik dan mutu keilmuan khususnya dalam bidang pendidikan tinggi di Indonesia. Hal ini merupakan bagian penting dari misi Konstitusi, yaitu mencerdaskan kehidupan negara. Sudah waktunya bagi pendidikan untuk bertindak sebagai katalis bagi inovasi dan pengembangan solusi, bukan hanya sebagai “transaksi pengetahuan” namun lebih bersifat kanonik dan praktis.

“Pembangunan kepemimpinan juga tidak kalah penting. Para mahasiswa diharapkan menjadi generasi muda terdidik lokal, yang diharapkan menjadi tumpuan masa depan. Mereka akan terus menjadi generasi penerus kepemimpinan nasional. Aktifitas dan berpikir kritis bisa menjadi ciri dasarnya. , yang merupakan prasyarat utama kepemimpinan,” kata Bamsot.



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *