Berikut 7 syarat melindungi anak dalam hukum Islam.

Uncategorized212 Dilihat

TEMPO.CO, JakartaKetika pasangan suami istri mengalami permasalahan dalam pernikahannya, perceraian seringkali menjadi solusinya. Meskipun tampaknya menyelesaikan masalah, masalah lain muncul dalam bentuk tersebut Perlindungan anak. Sebab tumbuh kembang anak secara fisik, psikis dan masa depan merupakan hal yang sangat penting untuk diperhatikan.

mengacu pada radenfatah.ac.idDalam Undang-Undang (UU) Nomor 1 Tahun 2018 anak.

Sedangkan ada kata dalam Kitab Undang-undang Hukum Perdata Islam (HPI) di Indonesia HadhanahArtinya, mengasuh anak yang belum bisa hidup mandiri, termasuk pendidikan dan segala kebutuhan anak, baik dengan mengamalkan maupun menghindari hal-hal buruk.

Berdasarkan hukum Islam, hak asuh anak berada di tangan ibu sampai anak tersebut mencapai usia yang ditentukan untuk mampu hidup mandiri. Pada usia ini anak dapat memilih untuk tinggal bersama ibu atau ayahnya. Ibu dengan hak pilih elektif atau penuh diberikan hak asuh dalam Islam karena dianggap lebih penyayang, lebih sabar, dan lebih berhati-hati dalam mengasuh anak.

Dalam hukum Islam terdapat tujuh syarat mengenai hak membesarkan anak, yang tidak hanya terfokus pada ibu sebagai badan utama dalam membesarkan anak. berdasarkan Nu.Or.IdSyekh Ibnu Qasim al-Ghazi menyebutkan tujuh syarat perlindungan anak dalam hukum Islam sebagai berikut:

1. Bersikaplah bijaksana

Ibu yang gila sebaiknya tidak merawat anak (yang gila), baik kondisinya terus menerus maupun sesekali. Namun bila keadaannya kecil, misalnya satu hari dalam setahun, maka hak perlindungan dapat dilanjutkan.

2. Kebebasan

Dalam hal perbudakan manusia pada zaman dahulu, budak perempuan tidak mempunyai hak untuk membesarkan anak-anaknya. Kemandirian berarti bebas dari tekanan orang lain atau berdiri sendiri.

3. Muslimah

Menurut hukum Islam, seorang anak Muslim tidak dapat dibesarkan oleh seorang wanita non-Muslim.

Baca Juga  Airlangga dalam Sidang MK: Paket bansos tidak berwarna kuning

4. Perilaku iffah

Pemilik tunjangan anak harus memiliki perspektif iffah Atau dia bisa melindungi martabatnya.

5. Jujurlah

Wali haruslah orang yang dapat dipercaya atau diandalkan. Karena anak tidak bisa dibesarkan oleh wanita jahat, orang yang tidak menaati perintah Tuhan.

6. Memiliki tempat tinggal tetap

Orang yang berhak mengasuh anak harus mempunyai tempat tinggal tetap demi keselamatan anak.

7. Dia belum menikah

Ibu yang berhak mengasuh anak, tidak boleh menikah dengan laki-laki lain yang tidak mempunyai hubungan darah dengan anak tersebut.

Syarat-syarat tersebut berlaku juga bagi ayah yang mempunyai hak asuh atas anak, kecuali syarat ketujuh yaitu tidak menikah. Apabila ibu atau bapaknya tidak memenuhi syarat, maka hak asuh anak tersebut dialihkan kepada nenek ibu, bibi ibu, ayah atau sanak saudara lainnya dalam rangka penitipan anak. Lalu, meskipun hak asuh anak jatuh pada ibu, namun ayah harus bertanggung jawab atas masa depan anak tersebut. Ayah dan ibu tetap berperan Penitipan anak.

Pilihan Editor: Syarat membesarkan anak dan 5 tugas pokok wali

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *