BPKN menanggapi permintaan maskapai untuk menaikkan harga tiket

Uncategorized49 Dilihat

TEMPO.CO, Jakarta – Mahalnya harga tiket pesawat masih banyak dibicarakan masyarakat, apalagi setelah Presiden Direktur Garuda Indonesia mengusulkan kenaikan harga tiket pesawat karena mahalnya biaya operasional.

Mufti Mubarok, Kepala Badan Perlindungan Konsumen Nasional, menolak anggapan tersebut dengan mengatakan kenaikan harga tiket pesawat akan memberikan tekanan pada masyarakat.

Pada 25 Mei, dia berkata, “Harga tiket yang mahal akan membuat konsumen menjerit.”

Menurut Mufti, harga tiket sempat mahal sebelum adanya kenaikan. Ia mengatakan maskapai penerbangan akan melanggar batasan tarif yang diamanatkan pemerintah tanpa sanksi tegas dari regulator.

“Biaya operasional yang tinggi menjadi alasan khas maskapai menaikkan harga tiket,” imbuhnya.

Presiden Garuda Indonesia Irfan Setiaputra tahu usulan kenaikan tarifnya bisa memicu protes masyarakat. Ia mengimbau masyarakat tidak membandingkan harga tiket domestik dengan internasional, khususnya pelayanan.

Ia berkomentar bahwa pesawat terbang bukanlah alat transportasi utama namun terkadang digunakan oleh beberapa kelompok yang berkepentingan. Ia berharap masyarakat bisa memahami bahwa pesawat itu mahal. “Sekitar 30 persen pengeluaran kami adalah untuk bahan bakar jet, 30 persen pengeluaran kami. [aircraft] sewa, dan 20 hingga 30 persen untuk pemeliharaan. Haruskah kita tidak memiliki anggaran untuk pemeliharaan? Katanya pada Rabu, 22 Mei.

RIRI RAHAYU | AISYAH AMIRA WOKANG

klik disini Dapatkan berita terkini dari Tempo di Google News



Quoted From Many Source

Baca Juga  Bea Cukai Tarakan bersama Detreskrimsus Polda Kaltara memusnahkan ribuan kompresor bola akibat penindakan tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *