Candi Prambanan merupakan pusat peribadatan umat Hindu dunia, dengan kunjungan wisata religi mencapai jutaan.

Uncategorized210 Dilihat

TEMPO.CO, JakartaCandi Prambanan Tak hanya sebagai objek wisata, banyak dikunjungi wisatawan lokal maupun mancanegara. Sejak tahun lalu, candi ini terletak di Yogyakarta Itu menjadi pusat ibadah bagi orang-orang Hindu Dunia.

Fungsi Candi Prambanan sebagai tempat ibadah sudah berjalan. Tahun ini sebanyak 18.700 umat Hindu dari lokal dan antar negara beribadah di tempat ini. Angka tersebut masih terbilang kecil jika dibandingkan dengan jumlah total wisatawan yang berkunjung ke candi ini. Namun jumlah kunjungan keagamaan diperkirakan akan meningkat karena masuk dalam program prioritas Ditjen Bimas Hindu pada tahun depan.

Direktur Eksekutif Pengembangan Komunitas Hindu Nengah Duja mengatakan, pihaknya menyasar jutaan umat Hindu yang datang untuk beribadah. “Targetnya jutaan. Prambanan jadi fokus Gus Men (Gus Menteri, Yakut Menteri Agama). Cholil Qumas) karena merupakan pusat peradaban dunia. “Kunjungan wisata umum bisa terpenuhi, tapi wisata religi belum,” di Bogor, Sabtu 8 Desember 2023, kata Direktorat Jenderal Pembinaan Masyarakat Hindu Kementerian Agama (Ditgen Bimas Hindu) dalam temu media.

Untuk memfasilitasi Candi Prambanan sebagai tempat ibadah, Kementerian Agama mempunyai beberapa strategi. Pertama, membuat profil Prambanan, melihat lebih dekat candi yang diperkirakan selesai tahun depan.

Kedua, merancang acara keagamaan Hindu tahunan di luar ritual yang sudah ada. “Kemarin kami mengumpulkan 1.000 orang dan menggelar doa bersama dalam solidaritas untuk Palestina,” kata Nengah.

Kementerian Agama berencana menggelar seminar literasi lintas agama di klenteng ini untuk mengundang lebih banyak pengunjung beragama.

Selain itu, Kementerian Agama juga akan melakukan promosi tambahan di media sosial mengenai berbagai kegiatan yang digelar di Prambanan. “Ini menarik tidak hanya umat Hindu tetapi juga wisatawan,” katanya.

Baca Juga  Itu Semua Ulah Marc Marquez!

iklan

Ia menambahkan, pihaknya akan membuat fasilitas virtual 3 dimensi pada ruang utama yang menjadi tempat ibadah. Fasilitas ini untuk memuaskan rasa penasaran wisatawan umum sehingga tidak perlu masuk ke ruang utama. “Tidak semua wisatawan bisa masuk ke ruangan itu. Kita buat ilusi tiga dimensi. Wisatawan tidak perlu masuk ke ruangan itu agar bersih karena dinding di ruangan itu sudah mulai rusak,” Nengah. Dia menjelaskan.

Prambanan sebagai pusat peradaban

Nengah, Guru Besar Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa, Denpasar, mengatakan Candi Prambanan bukan hanya tempat wisata kisah Roro Jongeng yang terkenal. Candi ini merupakan bukti awal perkembangan peradaban Hindu.

“Pada abad ke-8 dan ke-9, kita mempunyai peradaban dengan teknologi futuristik, kita tidak memiliki sarjana, arsitek, dan lain-lain, tetapi teknologi untuk membangun candi sudah ada sejak ribuan tahun yang lalu,” ujarnya.

Jadi bisa dipastikan suatu saat tidak hanya wisatawan saja yang datang ke Prambanan. Wisatawan massalNamun juga bagi yang ingin belajar tentang Prambanan. “Kami sampaikan kepada dunia bahwa Prambanan adalah pusat kajian peradaban Indonesia.

Bagi umat Hindu, lanjut Nengah, Candi Prambanan memiliki konsep teologis agama Hindu dalam budaya Jawa. Candi ini dibangun dengan Candi Siwa di tengah, Candi Wisnu di kiri, dan Candi Brahma di kanan. Teori ini menunjukkan bahwa peradaban Hindu Jawa bersifat Trimurti. Hal ini yang terus berlanjut hingga saat ini, kata Nenga.

Pilihan Redaksi: Candi Prambanan Punya Atraksi Baru Tari Api Shinta Obong, Apa Itu?



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *