Di era perundungan di Pondok Pesantren Malang, para senior menyiksa teman-teman sekelasnya dengan menggunakan besi.

Uncategorized215 Dilihat

TEMPO.CO, Jakarta – Polres Malang telah menetapkan Ahmed Firdaus, 19 tahun, santri salah satu pesantren di Kabupaten Malang, Kecamatan Long, sebagai pelaku intimidasi atau tersangka. Penindasan. Terdakwa diduga menganiaya teman sekelasnya dengan menggunakan setrika uap di dadanya.

Berdasarkan bukti-bukti yang ada, keterangan saksi dan hasil otopsi, kami menetapkan pelaku sebagai tersangka, kata Kasatreskrim Polresta Malang, Asisten Kompol Gandha Syah Hidayat, Kamis 22 Februari 2024 seperti dikutip dari Teras.id.

Kasus ini bermula ketika korban ST, 15 tahun, siswa kelas 9 sebuah pesantren menanyakan tentang pakaiannya di laundry yang dikelola pelaku pada 4 Desember 2023. Atas permintaan korban, pelaku yang merupakan siswa kelas XII mengambilnya Logam dan melakukan intimidasi.

Ganda mengatakan, tersangka terlebih dahulu mengarahkan setrika uap panas ke wajah korban. Korban melawan karena merasa akan menderita. Pelaku kemudian menekan besi yang dipegangnya ke dada kiri korban hingga hilang.

Menolak perbuatan tersebut, ayah korban melaporkan hal tersebut ke polisi, kata Ganda. Polisi mencoba memediasi kedua pihak pada 21 Februari 2024, namun pelapor bersikeras agar kasusnya dilanjutkan ke pengadilan.

Ganda mengatakan, berdasarkan informasi yang dihimpun Satreskrim Polresta Malang, diduga pelaku mencabuli korban secara verbal dan fisik. “Puncaknya pada tanggal tersebut, 4 Desember 2023,” ujarnya.

iklan

Polisi telah memeriksa enam orang saksi dan melakukan otopsi sebelum menetapkan tersangka kasus perundungan ini. Tersangka dijerat sesuai UU Nomor 35, Pasal 80, Pasal 1 Tahun 2004. Perlindungan Anak dengan ancaman pidana 3 tahun 6 bulan.

Selain itu, Pasal 80 Ayat 2 undang-undang yang sama memberikan ancaman hukuman lima tahun penjara.

TERAS.ID | di antara

Pilihan Editor: Ibu membunuh balita dengan racun di Tulungang



Quoted From Many Source

Baca Juga  Kementerian Luar Negeri telah mengkonfirmasi kematian kapal karam di Korea Selatan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *