Diselenggarakan pada Maret mendatang, Pekan Kebudayaan Tionghoa Yogyakarta 2024 akan berpindah dari lokasi sebelumnya.

Uncategorized157 Dilihat

CANTIKA.COM, Jakarta – Judul Pekan Kebudayaan Tionghoa Yogyakarta Atau PTBY tahun ini terdapat perubahan dari tahun-tahun sebelumnya, baik dari segi lokasi, lokasi, dan konsep pelaksanaannya. Menurut penyelenggara Pekan Kebudayaan Tiongkok Yogyakarta Di tahun Pada tahun 2024 ini, pada PBT ke-19 kali ini terjadi perubahan waktu dan tempat yang bertepatan dengan pemilihan umum.

“PBTY tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya,” kata Subekti usai bertemu Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buono X di Kompleks Kepatihan Gedhong Willis, Yogyakarta, Kamis, 15 Februari 2024.

Subekti mengatakan, biasanya PBT diadakan di sela-sela libur Imlek dan perayaan Kap Go Meh, pada tahun ini hanya dilaksanakan pada tanggal 4-10 Maret 2024. Tempatnya bukan di Ketandan, tapi sudah dipindahkan ke Budi. Gedung Asosiasi Abadi di Bintaran Watan.

Terkait tema PBT 2024, panitia menyatakan mengusung tema “Perlindungan Kebudayaan Negara”.

Meski secara keseluruhan acara PBTY 2024 masih sama dengan tahun-tahun sebelumnya, namun ada beberapa perbedaan yang sangat mencolok, tahun ini lebih fokus pada sisi pendidikan dibandingkan seni.

“Tahun ini kami menambah jumlah program pendidikan, ada enam Ruang angkasa Melalui acara ini, kami akan menampilkan banyak hal terkait budaya Tionghoa kepada masyarakat, seperti museum dan ruang pameran.

Misalnya akan ada workshop yang salah satu topiknya membahas tentang batik peranakan.

Subekti menambahkan, ruang pameran tersebut akan menampilkan budaya Tionghoa yang belum banyak diketahui masyarakat, seperti seni barongsai, meja sembahyang beserta isinya, dan masih banyak lagi budaya lainnya yang belum banyak diketahui masyarakat. Selain ditayangkan pada PBT 2024, edukasi budaya Tionghoa juga akan disebarkan melalui media sosial.

Menurut Kepala Dinas Kebudayaan DIY, Dian Lakshmi Pratiwi, Pekan Kebudayaan Tionghoa Yogyakarta merupakan agenda tahunan di DIY secara nasional dan internasional. Acara ini merupakan salah satu acara unggulan dan prioritas di Daerah Istimewa Yogyakarta. “Menjadi bagian dari momen penting dalam upaya pendidikan akan semakin memperkuat identitas budaya Yogyakarta,” ujarnya. Mungkin masyarakat hanya mengetahui PBPT untuk pasar malam, sehingga tahun ini kita bisa lebih mendalami melalui PBTY, ujarnya. Menjelajahi Budaya Mataram Tionghoa Peranakan.

Baca Juga  Utusan presiden bahas kemandirian pangan dengan Uskup Siprianus

Pilihan Editor: Sejarah mengunjungi Museum Ulen Sentalu, dekat kerajaan Islam Mataram

Wiccasono Pribadi

Hallo sahabat cantik, yuk update informasi untuk para wanita Telegram yang indah

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *