Disnakeswan NTB sebut Pulau Sumbawa belum bebas penyakit rabies

Uncategorized169 Dilihat

RedaksiHarian – Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Nusa Tenggara Barat (DisnakeswanNTB)Muhammad Riadi mengungkapkan Pulau Sumbawa belum bebas dari penyakit rabies yang ditularkan melalui gigitan anjing.

“Pulau Sumbawa belum bebas dari rabies,” ujar Riadi, usai menghadiri peringatan HUT ke-78 RI di Kantor Gubernur NTB, di Mataram, Kamis.

Ia menyatakan untuk NTB hanya Pulau Lombok yang dinyatakan terbebas dari penyakit rabies yang ditularkan melalui gigitan anjing itu.

“Yang bebas dari rabies itu hanya Pulau Lombok untuk NTB,” kataRiadilagi.

Terkait adanya serangan anjing yang menimpa salah seorang warga di Desa Ta’a, Kecamatan Kempo, Kabupaten Dompu atas nama Harjah (45) yang digigit anjing secara tiba-tiba. Pihaknya mengaku belum menerima laporan dari dinas terkait di Kabupaten Dompu.

“Nanti saya cek dulu, karena saya belum terima laporannya,” katanya pula.

Sebelumnya, seorang warga Desa Ta’a, Kecamatan Kempo, Kabupaten Dompu atas nama Harjah (45), digigit anjing rabies secara tiba-tiba.

Kapolsek Kempo Iptu Akhmad Marzuki, Rabu (16/8), mengatakan, telah terjadi gigitan anjing terindikasi rabies, saat kejadian korban tengah berjalan tiba-tiba saja diserang dan digigit anjing.

“Salah satu warga jadi korban buasnya anjing tersebut,” katanya lagi.

Kronologisnya, kata Kapolsek, sebelumnya posisi anjing diikat dan terlepas dengan sendirinya, kemudian oleh pemiliknya AR beserta warga berusaha menangkap anjing tersebut.

Dari arah yang sama, korban Harjahsedang berjalan lantas diserang dan sempat digigit oleh anjing tersebut.

“Atas kejadian tersebut, korban langsung dibawa ke Puskesmas Kempo oleh beberapa warga untuk penanganan medis,” katanya.

Menurut Kapolsek, menurut keterangan warga, anjing tersebut sempat akan menggigit salah satu warga lain, namun anjing tersebut sempat diusir warga dimaksud.

Baca Juga  Kampanye di Semarang, Prabowo: Berapa Harganya? Kebanyakan dari mereka

“Kemudian anjing tersebut lari dan menyerang korban,” kata dia.

Setelah itu anjing tersebut dapat dibekuk, bahkan kemudian dibunuh oleh warga dan sudah dikuburkan. Akan tetapi, untuk keperluan medis, Kapolsek berkoordinasi dengan pihak UPTDPeternakan Kempo dan akan melakukan cek sampel otak terhadap anjing tersebut.

“Proses pengambilan sampel otak anjing yang usianya 5-6 bulan oleh petugas UPTDPeternakan Kempoberjalan lancar,” katanya.

Post Views: 1

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *