Festival Hak Asasi Manusia 2023, saat anak muda berbicara tentang hak asasi manusia

Uncategorized171 Dilihat

TEMPO.CO, Singkawang- untuk menutup Festival Hak Asasi Manusia (Hak Asasi Manusia) di Singkawang, Kalimantan Barat, Rabu 18 Oktober 2023 ditutup dengan pembacaan pernyataan. Banyak persoalan hak asasi manusia yang dihadapi Indonesia juga terungkap.

Pernyataan tersebut dibacakan oleh Risna Nur Safirah, salah satu dari 10 generasi muda yang dipilih oleh lembaga swadaya masyarakat internasional Indonesia Development Forum (INFID), yang mengikuti diskusi paralel di akhir festival.

Di hadapan ratusan peserta, Risna membuka pernyataan dengan memaparkan filosofi masyarakat Dayak, “Adil Katareno, Bakaramin dari Saruga, Bansgat dari Jubata,Artinya bersikap adil terhadap orang lain.

Festival ini diselenggarakan oleh empat institusi yaitu INFID, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia, Kantor Presiden dan Pemerintahan Kota Singang. Berbagai LSM, pemerintah dan perwakilan minoritas hadir. Lebih dari sekedar perayaan, festival ini juga memberikan ruang bagi perwakilan individu dan kelompok untuk mengangkat isu toleransi dan hak asasi manusia dalam diskusi paralel di Indonesia.

Saat membacakan pernyataannya, perempuan berusia 19 tahun itu banyak menyampaikan permasalahan pemuda, terutama terkait integrasi dan hak asasi manusia. Ada empat permasalahan besar yang diidentifikasi Risna dan sembilan rekannya.

“Poin-poinnya disusun berdasarkan hasil diskusi kita selama tiga hari,” kata Ketua Forum Anak Pontianak ini.

Generasi muda dinilai kurang dilibatkan dalam pengambilan kebijakan.

Salah satu permasalahan utamanya adalah kurangnya partisipasi berarti dari generasi muda. Menurut Randy Saputra, salah satu perwakilan pemuda di Makassar, selama ini pemuda kerap mengikuti banyak kegiatan, termasuk dalam pengambilan kebijakan, namun hanya untuk memenuhi kuota.

“Belum ada partisipasi yang benar-benar berdampak pada generasi muda,” ujarnya.

Selain itu, mereka menyoroti pernikahan anak, pendidikan dan keberagaman serta permasalahan lingkungan.

Baca Juga  Tips membersihkan kacamata agar nyaman dipakai

iklan

“Perampasan lahan adalah salah satu masalah hak asasi manusia yang paling mendesak yang kita lihat,” kata Randy.

Ia mendesak pemerintah melibatkan generasi muda dalam proses pengambilan kebijakan.

Usai memaparkan permasalahan, Risna membaca rekomendasi yang telah disiapkan. Menuntut kebijakan pemerintah yang tegas mengenai batasan usia perkawinan anak dan program dialog dengan remaja.

Festival Hak Asasi Manusia ditutup dengan membacakan pernyataan para pemuda dan menyikapi ide-ide yang mengemuka dalam forum diskusi selama kegiatan berlangsung.

Kebijakan yang diskriminatif masih menjadi PR.

Bambang Arianto, Perwakilan Disabilitas, membaca tentang beberapa isu hak asasi manusia di Indonesia seperti kebijakan yang diskriminatif. Bambang mencontohkan diskriminasi terhadap pekerja perempuan yang hanya dibayar 66,49 persen dari upah laki-laki.

Selain itu, dari segi ekonomi, daerah dinilai belum membagi secara baik antara petani dan nelayan di pedesaan dengan petani yang berada pada tingkat hierarki ekonomi terbawah.

“Ada konsesi pengelolaan sumber daya alam yang sangat besar kepada korporasi tanpa adanya pengawasan yang adil terhadap reforma agraria, sementara dunia usaha masih dilaporkan sebagai pelanggar HAM,” jelas Bambang.

Salah satu rekomendasi yang dibacakan dalam Deklarasi Festival Hak Asasi Manusia adalah pembangunan ekonomi harus menjamin kemaslahatan seluruh warga negara sehingga tidak ada satupun pihak yang tertinggal.

ILONA ESTERINA



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *