Ganjar Tolak Program Makan Siang Gratis Prabowo-Gibran untuk Cegah Hukuman Mati Tanpa Hukuman: Pak, Sudah Terlambat…

Uncategorized130 Dilihat

TEMPO.CO, Jakarta – Calon presiden nomor tiga Menghadiahkan Pranowo dengan tegas menolak program makan siang gratis dan susu gratis bagi anak-anak untuk mencegah gesekan. Pernyataan ini menjawab pertanyaan calon presiden nomor dua Prabowo Terkait program makan siang gratis yang dilakukan Subianto bersama Gibran Rakabuming Raka.

Saat debat calon presiden kelima di Jakarta Convention Center, Minggu, 4 Februari 2024, Ganjar mengatakan, “Kalau anak diberi makanan untuk mencegah stunting, saya sama sekali tidak setuju.” Kamu terlambat,” katanya.

Ganjar mengatakan, sejak bayi masih dalam kandungan ibu, kontraksinya harus diperbaiki. Tidak hanya setelah memasuki usia sekolah. “Pelan – pelan Bayi itu terperangkap di dalam rahim. Ibunyalah yang memberi mereka makan. “Terus kalau pola makannya bagus, dites rutin, baru dia dan ibunya sehat, dan terlihat tumbuh kembang anaknya.”

Namun jika Prabowo-Gibran menawarkan program gizi untuk ibu hamil, dia sangat setuju. Ganjar berkata, “Kalau dia memberi saya makanan bergizi kepada ibu hamil, itu persetujuan saya saja. Dia akan lahir nanti karena ibunya akan diperiksa.”

Namun, jika seorang anak lahir namun tidak tumbuh sebagaimana mestinya, maka anak tersebut bisa mengalami gizi buruk, menurut Ganjar. “Kalau lahir dan besar mungkin bukan cacat, tapi kurang gizi. Kalau pola makannya jelek bisa diperbaiki, itu bagus.”

iklan

Dia mengatakan kepada Prabowo untuk lebih memahami perbedaan yang jelas antara pencegahan hambatan dan pemberian makanan gratis. Mereka juga memperingatkan bahwa anak-anak harus kelebihan berat badan dan obesitas. “Jangan makan banyak, nanti kenyang. Jangan sampai terjadi obesitas. Nanti lebih berbahaya,” kata Ganjar.

Padahal, ada Ganjar, ejakulasi pranikah bisa dicegah. Calon pengantin bisa memeriksakan kesehatannya terlebih dahulu. Juga setelah hamil, hingga usia perkembangan. Calon presiden nomor urut tiga itu mengimbau generasi muda Indonesia tidak menikah di usia muda.

Baca Juga  GAPMMI menyebut tarif cukai minuman ringan akan 'menurunkan daya saing industri'

“Jadi jangan terlalu cepat menikah. Hamil saja, periksakan diri secara rutin, beri mereka makanan yang bergizi, Insya Allah akan mempunyai buah hati yang sehat dan kuat. anak-anak bisa melakukannya,” kata rekan MD Mahfud kepada Prabowo.

Pilihan Editor: Di Tengah Isu Mundur, Sri Mulyani Bertemu Megawati Soekarnoputri.



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *