Guru Besar UMI Sebut Politik Permen Jokowi Akan Membunuh Oposisi.

Uncategorized225 Dilihat

TEMPO.CO, JakartaProf Hukum Tata Negara Universitas Muhammadiyah YogyakartaHmm), Ivan Satriawan, Presiden Joko Widodo atau Jokowi Dalam kekacauan yang diakibatkannya, pemilu tersebut membunuh dan melemahkan oposisi Masyarakat sipil Janji-janji manis ‘politik permen’ atau pembagian kekuasaan.

“Presiden Jokowi hebat, dia membunuh oposisi, melemahkannya. Masyarakat sipil Dengan cara politik yang manis, itu luar biasa. Dia sudah melelahkan dan menyihir banyak politisi, banyak partai, dan banyak golongan,” kata Iwan pada Kamis, 22 Februari 2024 di Rumah Kajian ICW saat rapat usai agenda antikorupsi atau ICW Indonesia.

Iwan Jokowi mengaku mudah menyerap rival-rivalnya yang sebelumnya berada di luar pemerintahan atau oposisi untuk melakukan politik permen. Menurutnya, kapan Indonesia tidak akan menjadi negara besar. Masyarakat sipil Dia tidak memiliki kebebasan.

“Jika ini terjadi, kita tidak bisa menjadi negara besar dan tidak akan ada kebebasan Masyarakat sipil. Meskipun itu merupakan kondisi negara-negara maju Masyarakat sipil Kuat, seperti halnya guru, profesor semua harus mandiri. Karena jika tidak, siapa lagi? kata Evan.

Dikatakannya, guru hukum tata negara juga merupakan guru dan guru besar. Masyarakat sipil Dirancang secara terpisah. Dibayar oleh pemerintah tepatnya, Ilmiahguru dan profesor tidak boleh menjadi ‘Tuan Peserta’ karena rezim.

“Siapa yang akan mengingat negara ini? Sebagai guru, profesor, saya mempunyai tugas moral dan intelektual untuk menilai pemerintah agar tidak menyalahgunakan kekuasaannya,” ujarnya.

iklan

Ewan mengatakan, partai yang dulu masuk parlemen dengan mengaku sebagai oposisi tidak bisa mempertahankan independensi vitalnya. Karena seperti kata Ewan, Anda tidak bisa ‘bermain dengan dua kaki’ di pemerintahan. Kalau kalah dan masuk pemerintahan menjanjikan permen politik, tidak bisa langsung dilakukan.

Baca Juga  Lakukan Tiktok Challenge di atas panggung, saksikan keseruan Sarangayo Indonesia 2024.

Berdasarkan hal tersebut, Iwan berharap ada partai oposisi yang bisa menjamin stabilitas demokrasi dengan meraih suara terbanyak pada pemerintahan mendatang. Dan ke depan, sektor parlemen akan mampu menampilkan politik yang indah dan masyarakat yang berpendapat, kata Ewan.

Nanti akan tercipta hubungan, kalau oposisi tidak kuat maka rakyat tidak punya saluran dan mencari jalannya sendiri, ujarnya.

Selalu Pembaruan Informasi terakhir. Mendengarkan Berita terkini Dan berita pilihan dari Tempo.co Di saluran Telegram “Pembaruan Tempo.co”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate bergabung kamu harus-Install Pertama, aplikasi Telegram.



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *