Hadapi Konflik Pulau Rempang, Budaya: Saya Anak Desa, Tak Bisa Adil

Uncategorized148 Dilihat

TEMPO.CO, Jakarta – Menteri Investasi dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Budaya Lahadalia mengatakan bahwa dia menerima keinginan penduduk pulau itu GerhanaBeberapa waktu lalu, usai konflik pecah, Batam, Kepulauan Rhea, saat berwisata. Mereka menegaskan bahwa tidak ada yang akan dirugikan dengan pindah ke tempat lain untuk pembangunan Rempang Eco City.

“Saya bilang saya anak desa. Saya tidak bisa bersikap adil,” kata Bahlil dalam konferensi pers yang digelar Kementerian Investasi, Senin, 25 September 2023.

Bahlil mengatakan, dirinya sempat bertemu dengan tokoh masyarakat di Pulau Rempang saat berkunjung. Saat itu, banyak hal yang diwariskan kepadanya. Pertama, masyarakat tidak mau direlokasi. Kedua, masyarakat tidak ingin makam ayah dan kakeknya ditinggikan.

Ketiga, masyarakat menyambut baik investasi. Keempat, masyarakat ingin direlokasi ke desa di Pulau Rempang. Terakhir, dia meminta masyarakat menerimanya sebagai pengusaha dan menjadi bagian dari investasi tersebut.

Atas permintaan tersebut, Bahleel pun membatalkan rencana pindah ke Pulau Galang. Relokasi tersebut akhirnya dipindahkan ke Tanjung Banon yang hanya berjarak sekitar 3 kilometer dari lokasi semula.

Bahlil memastikan tidak ada kuburan yang diganggu. Nanti kuburannya akan dikembalikan dengan baik. Dibuat pagar, dibangun gapura, dan dicat agar masyarakat Rempang bisa melanjutkan ibadah haji.

Dia mengatakan, di Tanjung Banon, pemerintah akan memberikan ganti rugi 45 rumah dengan luas tanah 500 meter persegi dan biaya 120 juta birr. Tak hanya itu, pemerintah berjanji akan menerbitkan sertifikat kepemilikan. “Bukan HGB (Hak Guna Bangunan) tapi hak milik. Ini kebijakan langsung dari presiden,” ujarnya.

Pak Bahlil mengatakan meski shelter belum siap, pemerintah memberi satu orang masa tunggu sebesar 1,2 juta birr. Maka sewanya menjadi 1,2 juta birr per bulan. Kompensasi ini akan diberikan hingga pembangunan perumahan di lokasi tersebut selesai.

Baca Juga  BCL dan Tiko Aryawardhana akan menikah di Bali, diungkapkan KUA Pasar Minggu

“Setelah peralihan, yang punya kolam ikan, tanaman, perahu akan dihitung dan diberi kompensasi sesuai aturan,” ujarnya. Jadi hak-hak masyarakat karena arahan presiden akan menjadi perhatian.

Bahlil memastikan pemerintah akan menghitung biaya ganti rugi bagi pemilik kolam ikan, tanaman, atau perahu. Apalagi, dia berjanji akan melibatkan masyarakat Rimpang sebagai bagian dari investasi tersebut. “Kami tidak ada masalah, kami sudah berdiskusi dengan investor,” ujarnya.

Pilihan Editor: Masyarakat Rempang Pindah ke Pulau Galang, Budaya Batal: Kami Pindah ke Tanjung Banon



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *