Haji 2024: 5 Hal Penting yang Harus Dilakukan Kementerian Kesehatan bagi Jamaah untuk Jaga Kebugaran Jasmani

Uncategorized42 Dilihat

TEMPO.CO, Jakarta – Kementerian Kesehatan bertanya peziarah Jaga kesehatan Anda selama berada di Arab Saudi Haji Tahun 2024. Kepala Puskesmas Haji Kementerian Kesehatan Liliek Marjandro Susilo mengatakan, pihaknya rutin memantau kesehatan jamaah haji yang memiliki riwayat penyakit atau penyakit menular seperti hipertensi, diabetes, dan jantung.

5 Hal yang Harus Dilakukan Jamaah Haji Sesuai Anjuran Kementerian Kesehatan

1. Minum obat pribadi secara rutin

Lilik menjelaskan, agar tetap memperhatikan kesehatannya dengan rutin mengonsumsi obat-obatan yang diresepkan dokter selama menunaikan ibadah haji. Pengobatan yang teratur diharapkan dapat mengendalikan penyakit penyerta.

Dalam keadaan darurat misalnya jamaah lupa dan tidak membawa obat pribadi, Kementerian Kesehatan menyediakan obat dan perbekalan kesehatan lainnya. Daftarnya yakni 2.872 koli untuk obat-obatan dan 1.826 koli untuk perbekalan kesehatan habis pakai. Sebanyak 4.710 kolai seberat 62,3 ton diantar dari Indonesia. Namun obat-obatan tersebut tidak cocok untuk konferensi, jadi bawalah obat yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Lilik mengimbau seluruh jamaah haji untuk makan dan minum secara teratur.

2. Istirahat yang cukup

Lilik juga mengatakan agar jamaah haji mendapat waktu istirahat yang cukup. Salah satu hal penting yang harus diperhatikan demi kelangsungan ibadah haji adalah waktu istirahat yang cukup.

3. Membawa bekal makanan

Membawa perbekalan dari hotel ke konferensi juga penting. Lilik mengatakan, selama beraktivitas jauh di luar ruangan, para jamaah hendaknya memberikan perhatian khusus kepada mereka yang tidak sempat membawa bekal makanan dan minuman. Jika diabaikan atau bahkan lupa makan dan minum, maka akan membuat jemaah menjadi sakit.

“Kalau aktivitas di luar lama, makanan tersedia di hotel, bukan di luar. Makanan tersedia di hotel. Orang yang kesana atau sering kesana pasti membawa perbekalan yang banyak, membawa kurma. “Misalnya kalau mau salat di masjid dari siang sampai jam sepuluh, dia bersedia membawa bekal,” jelasnya.

Baca Juga  All - Accor Live Limitless sukses memeriahkan Jakarta International BNI Java Jazz Festival 2024

iklan

3. Gunakan pelindung diri saat keluar rumah

Selama menunaikan ibadah haji, mereka harus beradaptasi dengan suhu di Arab Saudi yang lebih panas dibandingkan suhu di Indonesia. Suhu terpanas di Indonesia berkisar 6 derajat Celcius dan di Arab Saudi bisa mencapai 41 derajat Celcius. Oleh karena itu, Lilik mengimbau jamaah haji Indonesia untuk menggunakan tabir surya saat bepergian ke luar.

“Gunakan payung, kalau ibu pakai topi besar, kacamata hitam, masker, bawa botol semprot. Jika terasa kering, semprotkan dan minum air untuk melindungi dari panas. Tapi kalau sambil minum, sering buang air kecil, sulit mencari toilet dari kejauhan. Makanya kami ingatkan setiap 10 hingga 15 menit, minumlah segelas air putih untuk menjaga tenggorokan dan tenggorokan tetap kering, sarannya.

4. Minum air mineral secukupnya

Selain cuaca panas, kelembapan di Arab Saudi relatif rendah. Oleh karena itu, jamaah haji hendaknya minum air sebelum haus. Oleh karena itu, sebaiknya mereka tidak menunggu sampai haus baru bisa minum air. Minum air yang dicampur oralit bisa menjadi pilihan yang baik untuk menjaga kestabilan cairan tubuh. Apalagi karena perubahan suhu dan cuaca, jamaah haji mengalami batuk dan pilek.

Kementerian Agama memberangkatkan tak kurang dari 241.000 jemaah haji 2024, yang disebut-sebut menjadi jumlah haji tahun ini terbanyak di Indonesia. Pada tahun 1444 H/2023 H, pendaftaran serupa dilakukan untuk penyelenggaraan haji.

Pasalnya, dari 213.320 jemaah tahun ini, sekitar 45.000 jemaah atau 22 persennya berusia 65 tahun ke atas atau lanjut usia. Agar ibadah haji dapat diterima oleh lansia, Kemenag banyak menyelenggarakan pelayanan khusus: Istitah Kesehatan, penyediaan petugas pelayanan lanjut usia, penyelenggaraan Bimsk lansia, penyediaan rombongan khusus dan mempersingkat hari raya.

Baca Juga  Brin mengatakan aktivitas antropogenik menyebabkan kebakaran hutan dan lahan.

TIARA JUWITA | HENDRIK YAPUTRA | di antara
Pilihan Editor: Kementerian Agama mengumumkan jamaah haji boleh makan 3 kali sehari. Rempah-rempah didatangkan dari Indonesia



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *