Inilah kisah Hari Puisi Sedunia.

Uncategorized90 Dilihat

TEMPO.CO, Jakarta Sudah lama dipraktekkan, puisi mencakup berbagai bentuk bahasa, ekspresi, dan makna. Seringkali diiringi musik dan dibawakan pada acara-acara khusus. Hari Puisi Sedunia Atau Hari Puisi Sedunia diperingati setiap tanggal 21 Maret.

Festival ini dipelopori oleh Badan Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan PBB, UNESCO, pada tahun 1999-2000.

Dalam situs resminya, UNESCO menggambarkan pandangannya terhadap puisi sebagai “cara kita menggunakan kata-kata dan objek, cara kita memahami dan memahami dunia, serta berkontribusi terhadap keragaman kreatif. Hari Puisi Sedunia adalah ajakan untuk merefleksikan kekuatannya. Untuk mengembangkan kekuatan bahasa dan kreativitas semaksimal mungkin.”

UNESCO menyatakan bahwa tujuan perayaan Hari Puisi Sedunia adalah untuk mempromosikan pembacaan, penulisan, penerbitan dan pengajaran puisi di seluruh dunia. Selain itu, Hari Puisi Sedunia dimaksudkan untuk mengakui dan mendorong gerakan puisi nasional, regional, dan internasional.

iklan

Saat Hari Puisi Sedunia diperingati, banyak diadakan festival puisi seperti Festival Puisi Gabus, Festival Puisi Bogota dan lain sebagainya. Faktanya, Hari Puisi dirayakan secara luas pada bulan Oktober, dan pada akhir abad ke-20, banyak yang merayakan tanggal 15 Oktober, atau hari ulang tahun penyair Romawi Virgil. Namun tradisi merayakan puisi di bulan Oktober masih dilakukan di banyak negara.

Sebagaimana tercantum dalam situs UNESCO, keberagaman perayaan Hari Puisi tidak mengurangi esensi perayaan Hari Puisi.

Pilihan Editor: Hari Puisi Sedunia, Pisces kerap disebut sebagai raja puisi



Quoted From Many Source

Baca Juga  Tips menghemat paket data internet agar tidak boros kantong

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *