Jaksa Agung menunjuk Amir Yanto sebagai Kepala Badan Pemulihan Aset yang pertama

Uncategorized171 Dilihat

TEMPO.CO, Jakarta – Jaksa Agung menunjuk Sanitaire Burhanuddin Amir Yanto sebagai ketua Badan Pemulihan Aset Kejaksaan RI pada Senin 19 Februari 2024.

Pelantikan Amir Yanto sebagai orang pertama yang memimpin Badan Pemulihan Aset merupakan tonggak sejarah dalam mewujudkan kerja penegakan hukum yang ditujukan untuk pemulihan keuangan dan pemulihan perekonomian negara dengan menempatkan Kejaksaan sebagai titik fokus, kata Sanitaire Burhanuddin.

Burhanuddin Amir Yanto berharap Badan Pemulihan Aset dapat dijadikan sebagai Otoritas Pusat (CA) untuk pemulihan aset. Ia mengenang, tugasnya sebagai petugas pemulihan aset pertama di Pioneer tidaklah mudah, seperti terombang-ambing di laut. Badan Pemulihan Aset merupakan peningkatan dari lembaga sebelumnya Pusat Pemulihan Aset.

“Menjadi kapten pertama lembaga pemulihan aset bukanlah posisi yang mudah dan nyaman sebagaimana mestinya. Ada tanggung jawab yang besar dan banyak permasalahan yang harus diselesaikan dalam pengelolaan dan pemulihan aset,” kata Buranuddin seperti dilansir. Di Antara.

Menurut orang nomor satu di Kejaksaan RI ini, lembaga pemulihan aset merupakan fungsi pendukung keberhasilan penegakan hukum di lingkungan Kejaksaan, baik di unit pidana umum maupun unit pidana khusus, dilaksanakan sesuai amanah. Pasal 30a Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2021 tentang Kejaksaan.

Badan pemulihan aset tidak hanya berada di tingkat pusat (Kejaksaan Agung) tetapi juga di tingkat Kejaksaan Agung. Oleh karena itu, Burhanuddin mendesak Kepala Badan Pemulihan Aset segera menyiapkan cetak biru dan roadmap satuan kerja di bawahnya.

Burhanuddin mengimbau Kepala Badan Pemulihan Kekayaan segera beradaptasi dengan tugas baru, struktur organisasi baru, serta visi dan misi baru. Hal ini penting karena fungsi barunya sangat kompleks, mulai dari pemantauan aset, pengelolaan aset, pengelolaan aset.

Baca Juga  Kementerian Perikanan RI telah mengidentifikasi 4 lokasi penyelundupan benih lobster.

iklan

“Saya berharap Badan Pemulihan Aset dapat diandalkan sebagai satu-satunya pelaksana Otoritas Pemulihan Aset dan penegak pemulihan aset yang terintegrasi dalam database pemulihan aset nasional,” kata Burahanuddin.

Pembentukan Badan Pemulihan Aset merupakan kelanjutan dari lembaga kejaksaan yang dahulu dikenal dengan nama Pusat Pemulihan Aset (PPA). PPA didirikan berdasarkan Peraturan Jaksa Agung (Perjak) Nomor 006/JA/3/2014 oleh Jaksa Agung Muda Bidang Pembangunan (Jambin).

Dalam pembentukan lembaga pemulihan aset ini, Jaksa Agung Sanitaire Burhanuddin beberapa kali melakukan pertemuan dengan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Abdullah Azwar Anas pada Oktober dan November 2023.

Dalam rapat yang digelar pada Jumat, 24 November 2023, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Abdullah Azwar Anas menyampaikan urgensi pembentukan tersebut. Badan Pemulihan Aset Kejaksaan sedang menangani sejumlah besar bukti kejahatan yang dilakukan Korps Adiaka.

Anas mengatakan, “Karena banyak alat bukti yang sulit ditangani dan tersebar di banyak tempat, tentu akan menyelamatkan aset yang disita sebagai barang bukti oleh kejaksaan.”

Pilihan Editor: Direktorat Perlindungan Perempuan dan Anak BareScream dan TPPO dipimpin oleh seorang jenderal bintang



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *