Jazeelul Fawaid: Santri berpotensi menjadi pemimpin.

Uncategorized136 Dilihat

informasi nasional – Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid mendorong mahasiswa untuk berperan dalam berbagai bidang kepemimpinan, seperti kepemimpinan politik, ekonomi, sosial, dan kepemimpinan.

Menurut Gus Jazil, santri cukup memiliki modal dan potensi kepemimpinan. Sebab sejak berada di lingkungan pesantren, mereka dilatih untuk hidup mandiri secara berkelompok.

Santri bisa berperan menjadi pemimpin di negeri ini. Santri bisa menjadi pemimpin politik, ekonomi, atau agama karena pesantren selalu melahirkan pemimpin. Mereka melahirkan orang-orang penting. Tanggal (HSN) 2023 di Pondok Pesantren Modern Daarul Ulum Lido, Bogor , Jawa Barat, Minggu 22 Oktober 2023 dengan tema “Mempromosikan Hidup Berdampingan Secara Damai Melalui Partisipasi Santri”.

Gus Jazeel mengatakan hingga saat ini eksistensi gulat santri di tanah air masih minim. Memang peran santri dan pesantren sudah unik sejak masa pra kemerdekaan hingga saat ini.

Untuk itu, Gus Jazeel mendorong para pelajar untuk mempelajari politik sejak dini. Sebab selama ini pendidikan politik di pesantren masih sangat minim. “Para santri harusnya dididik ilmu politiknya. Kalau tidak belajar ilmu politik di pesantren, politiknya diambil alih oleh orang lain, sehingga mantan santri, padahal santri di pesantren, malah dirugikan. Saya dianggap tidak punya kemampuan untuk melakukan kajian. Kemungkinan saya jadi wakil ketua MPR. Saya santri yang mampu,” kata Ulem Gracik, mantan santri Pondok Pesantren Ehuyul.

iklan

Pesantren tidak banyak mengajarkan tentang politik, kata Wakil Ketua DPP PKB. Bahkan, selepas lulus dari pesantren, berbagai persoalan politik langsung ia temui. “Buku-buku yang diajarkan tentang politik di pesantren tidak banyak. Yang diajarkan kebanyakan fiqh, hadis. Menurut saya, materi politik harusnya diberikan di pesantren, bukan politik praktis. Hidup harus ada pilihan, hidup harus punya sisi. , hidup itu harusnya ada pemimpinnya.” ucapnya.

Baca Juga  Pencariannya Tak Bisa Diumbar ke Publik

Gus Jazeel berharap para santri mempunyai jiwa Jihad dan semangat hidup yang besar, serta memberikan banyak manfaat bagi masyarakat. “Saya yakin ke depan mahasiswa akan tumbuh menjadi pemimpin yang mempunyai moral dan karakter yang kuat. Syarat menjadi pemimpin adalah berkarakter dan berkarakter, disusul dengan ilmu pengetahuan,” ujarnya.

Di sisi lain, menurut Gus Jazeel, di era modern, mahasiswa harus memiliki kesadaran dan orientasi global. Sebab, seorang pemimpin dituntut untuk membangun jaringan dengan dunia internasional demi pembangunan negaranya. “Jangan biarkan para pemimpin duduk diam tanpa melakukan perjalanan. Para pemimpin harus pergi ke mana saja, ke berbagai negara untuk menjalankan peran ini dan untuk memiliki jaringan internasional.”



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *