Kebangkitan adalah masalah bersama, edukasi antar pihak harus dilakukan

Uncategorized94 Dilihat

TEMPO.CO, JakartaPelan – pelan Ini masih menjadi masalah umum. Pj Gubernur Nusa Tenggara Timur Ayodhya GL Kalake mengatakan, pemerintah daerah bersama kabupaten dan kota terus bekerja keras untuk mempercepat penurunan. Dia mengatakan salah satu pencapaiannya adalah penurunan bertahap sejak 2019.

Di Nusa Tenggara Timur, prevalensi stunting mengalami penurunan pada tahun 2021 masih 20,9 persen, tahun 2022 sebesar 17,7 persen, dan tahun 2023 hasilnya 15,2 persen dengan jumlah anak muda pada bulan Agustus mencapai 419.738 anak. pada tanggal 9 Maret 2024, “Ini masih sangat tinggi karena 63.804 itu setara dengan remaja stunting.

Wakil Keluarga Berencana dan Kesehatan reproduksi Menurut Marianus Mau Kuru dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKBN), kelambatan merupakan permasalahan yang umum terjadi. “Perampingan merupakan masalah bagi kita semua. Satu orang saja tidak membuat perbedaan. Oleh karena itu, untuk mengatasi masalah pengurangan ini, kita harus bekerja sama, bersama-sama, bersama-sama, ”ujarnya.

Sebelumnya, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional serta Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Dexa Group melakukan edukasi bidan dan intervensi stunting pada 1.000 hari pertama kehidupan (HPK). Acara yang melibatkan ratusan bidan di NTT ini diharapkan dapat memberikan dampak signifikan terhadap target Indonesia untuk menurunkan angka aborsi. Edukasi Bidan dan Intervensi Aborsi dilaksanakan di Gedung Eltari Kupang pada hari Kamis tanggal 7 Maret 2024.

iklan

Ketua Ikatan Bidan Indonesia Pusat (IBI) Ade Jubadah mengatakan, IBI terus berkoordinasi dan bekerja sama dengan seluruh pihak seperti BKKBN untuk menurunkan angka kematian ibu (MMR) dan angka kematian bayi (AKB). “Dan dukungan penuh seluruh pemangku kepentingan dari jajaran BKBN di Nusa Tenggara Timur hari ini membuktikan betapa luar biasa upaya integrasi yang dilakukan di Nusa Tenggara Timur,” kata Ade.

Baca Juga  3 Teratas Dunia: McDonald's Bertemu Waralaba Israel, Safari Prabowo, Kemarahan Biden

Menurut Director of Corporate Affairs Dexa Group, Tarsius Tanto Randi, upaya menurunkan angka attrition rate di Indonesia merupakan bagian dari inisiatif strategis perusahaannya yang fokus pada sektor kesehatan. “Bersama yayasan perusahaan yang ahli di bidang promosi kesehatan, kami berkolaborasi dengan salah satu platform digital yang mengelola kesehatan ibu hamil hingga masa menyusui yaitu aplikasi Teman Bumil untuk membantu mensukseskan program ini. sasarannya,” kata Tarsius.

Pilihan Editor: Pesan Dokter Anak kepada Remaja untuk Cegah Persalinan



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *