Kebijakan penangkapan ikan baru di Indonesia menargetkan keberlanjutan dan pertumbuhan ekonomi, kata pejabat tersebut.

Uncategorized13 Dilihat

TEMPO.CO, Jakarta -Indonesia Kementerian Kelautan dan Perikanan mengumumkan bahwa kebijakan penangkapan ikan terukur berbasis kuota diterapkan untuk menangkap sumber daya ikan dengan lebih baik dan menciptakan keseimbangan antara ekonomi dan ekologi sektor kelautan dan perikanan.

TBC. Penjabat Direktur Jenderal Perikanan Kementerian, Haeru Rahayu, mengatakan pada hari Sabtu bahwa kuota tersebut diberikan kepada nelayan lokal, bukan untuk tujuan komersial atau industri, tetapi untuk tujuan penelitian, pelatihan dan rekreasi.

Kebijakan tersebut dirancang untuk menciptakan manfaat yang lebih baik dan berkelanjutan serta menjamin keberlanjutan perikanan.

Penangkapan ikan terukur diterapkan pada enam zona di 11 wilayah pengelolaan perikanan.

“Dengan memanfaatkan potensi sumber daya ikan yang ada, kegiatan penangkapan ikan akan dilakukan berdasarkan pengendalian produksi,” komentar Rahayu.

Dia mengatakan Indonesia sebelumnya mengalami kesulitan dalam pengendalian sumber daya, yang membatasi efektivitasnya dalam mengelola perikanan.

Kebijakan perikanan yang seimbang diharapkan dapat mencapai keseimbangan antara kelestarian ekologi, pertumbuhan ekonomi, dan pemanfaatan sumber daya perikanan secara adil, sehingga memasuki fase baru pengelolaan perikanan berbasis hasil di Indonesia.

Terkait implementasi kebijakan tersebut, Kementerian telah menjadikan Kota Tual dan Kepulauan Aru di Maluku sebagai pilot project sebelum diterapkan di keenam zona tersebut.

Kebijakan Perikanan Terukur merupakan upaya memberikan keyakinan kepada pasar internasional bahwa Indonesia dapat menerapkan perikanan berkelanjutan.

di antara

Pilihan Editor: Kementerian menghabiskan 22 miliar birr untuk membangun desa nelayan modern di Banyuangi

klik disini Dapatkan berita terkini dari Tempo di Google News



Quoted From Many Source

Baca Juga  Arab Saudi mengeksekusi dua pegawai Kementerian Pertahanan atas tuduhan makar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *