Kemenperin: Emisi yang dihasilkan pada produksi aki mobil listrik 40 persen lebih tinggi dibandingkan emisi mobil berbahan bakar bensin.

Uncategorized132 Dilihat

TEMPO.CO, Jakarta – Kementerian Perindustrian (tahun)Kementerian Perindustrian) menjelaskan penyebab emisi karbon Mobil listrik Didirikan Baterai (Kendaraan Listrik Baterai / BEV) lebih tinggi dari mobil campuran Dan yang biasa terjadi karena proses pembuatan baterai.

Lebih jauh menjelaskan pernyataan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang tentang emisi karbon mobil listrik yang disebut-sebut lebih tinggi dibandingkan mobil. campuran Dan formal serta diminta oleh banyak pihak.

Pada rapat kerja Kementerian Dekarbonisasi Perindustrian yang dilaksanakan pada 11 Oktober 2023, beberapa pihak belum sepenuhnya memahami permasalahan tersebut, jelas R. Hendo Martono, Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan (IMATAP) Kementerian Perindustrian. . Pernyataan ini disampaikan Menteri Perindustrian.

“Upaya strategis dibahas dalam rapat kerja yang mencakup beberapa kajian, dan McKinsey dan Perusahaan Proses pembuatan baterai BEV menghasilkan emisi 40 persen lebih banyak dibandingkan (mobil). campuran dan bahan bakar akibat proses penambangan LitiumCobalt dan Nickel, dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu 21 Oktober 2023.

Hendro mengutip penelitian ini untuk mencapai dekarbonisasi ekosistem mobil listrik, yang membutuhkan listrik terbarukan untuk menggerakkan kendaraan listrik dan mengurangi bahan bakar fosil dari penambangan untuk membuat baterainya sendiri.

Harus ada tempat di mana baterai bekas dapat didaur ulang



Quoted From Many Source

Baca Juga  Inilah gagasan Anis tentang energi ramah lingkungan jika menjadi presiden pada 2024.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *