Kementerian Kesehatan Indonesia Peringatkan Masyarakat Akan El Niño, Lonjakan Kasus Demam Berdarah

Uncategorized145 Dilihat

TEMPO.CO, Jakarta – Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Maxi Ren Rodonu mengatakan peristiwa El Niño berdampak pada reproduksi serangga. Kementerian ingin mengantisipasi penyebaran penyakit demam berdarah dan penyakit menular lainnya.

“Dalam 10 tahun terakhir, kita melihat El Niño tidak hanya berdampak pada demam berdarah, tapi hampir semua jenis penyakit tropis memiliki korelasi yang sangat tinggi,” ujarnya saat peluncuran Kampanye Pencegahan Demam Berdarah di Jakarta, Rabu, 27 September. 2023.

Ia mengatakan, akibat El Niño, peningkatan suhu dan perubahan iklim, kelembapan, dan curah hujan akan mempengaruhi perkembangbiakan nyamuk pembawa penyakit. Suhu yang tinggi mempercepat proses perkembangan larva menjadi nyamuk dewasa dari 13-15 hari menjadi hanya 6-7 hari.

Maxey mengutip penelitian yang menemukan bahwa nyamuk menggigit hingga 5,5 kali sehari ketika suhu tinggi, lebih dari dua kali lipat jumlah gigitan pada cuaca normal. Ia juga mengatakan, saat terjadi hujan deras, banyak terlihat tempat perkembangbiakan nyamuk.

BMKG memperkirakan puncak musim panas tahun ini terjadi pada Oktober dan kemudian hujan pada November. Ada kemungkinan isu terkait muncul dan meledak pada akhir tahun ini dan awal tahun depan, ujarnya.

Ia juga meminta masyarakat menyadari bahaya penularan penyakit dan bahu membahu memberantas kelambu. Ia mengatakan vaksinasi juga diperlukan untuk mencegah penyakit demam berdarah.

di antara

klik disini Untuk mendapatkan berita terkini dari Tempo di Google News



Quoted From Many Source

Baca Juga  513 narapidana di Jabar mendapat grasi Natal, 29 dari kasus korupsi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *