Kepala BKKBN Hasto membantah meminta perempuan memiliki anak perempuan tunggal.

Uncategorized17 Dilihat

TEMPO.CO, Jakarta – Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana NasionalBKKBN) Hasto Wardyo mengatakan dia ingin perempuan memiliki satu anak perempuan. Ia mengatakan, ia tidak pernah merasa bahwa setiap keluarga wajib memiliki satu anak perempuan.

“Sebenarnya rata-rata penting bagi perempuan untuk punya dua anak, tapi rata-rata (idealnya) satu anak perempuan tidak wajib. Kalau di depan rumah ada dua anak perempuan, misalnya, di belakang rumah tidak ada anak perempuan. , ini tidak menjadi masalah, tidak menyimpang, hanya rata-rata saja.

Hal itu disampaikan Hasto dalam rapat tinggi komite kebijakan sektor kesehatan triwulan II di DI Yogyakarta, Sabtu, 6 Juli 2024. Acara tersebut dihadiri Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Direktur Badan Pengelola Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Ali. Gufron Mukti dan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) L. CEO Rizka Andalusia.

Ia mengatakan, seorang perempuan dianjurkan untuk melahirkan rata-rata satu anak perempuan agar populasinya dapat tumbuh seimbang pada generasi mendatang. “Perempuan di desa itu ada 10 orang, besok generasi penerus harusnya minimal ada 10 perempuan, tapi ini rata-rata, karena tugas kita menyeimbangkan peningkatan jumlah penduduk,” ujarnya.

Dokter kandungan juga menunjukkan risiko pertumbuhan populasi di pembangunan yang rendah atau multi-kota. Angka kesuburan total atau TFR (rata-rata jumlah anak yang dilahirkan seorang wanita selama masa reproduksinya) berada di bawah 2,1.

“Rata-rata kelahiran di Yogyakarta kurang dari dua, tepatnya 1,9, jadi hati-hati di daerah tertentu seperti Jakarta, Bali, DIY, mungkin pertumbuhannya rendah,” ujarnya.

iklan

Menurut dia, dikurangi rata-rata laju pertumbuhan penduduk, maka rata-rata angka pendidikan di DI Yogyakarta proporsional. Kemudian rata-rata wanita yang menikah berusia di atas 22 tahun. Untuk itu, ia terus mengingatkan para wanita agar tidak terlalu tua saat melahirkan.

Baca Juga  TNI membenarkan adanya serangan TPNPB, membantah ada tentara yang terluka

“Setelah usia 35 tahun, kesuburan wanita menurun. “Jika seorang wanita berusia 38 tahun, sel telurnya hanya tersisa 10 persen, hati-hati,” ujarnya.

Ia mengatakan, saat ini program BKKBN diperkuat untuk meningkatkan kesehatan ibu dan anak. “Saya kira yang terhubung dengan kerja BKKBN adalah peningkatan kualitas tenaga kerja di sisi keluarga,” ujarnya.

Sebelumnya, pernyataan Hasto ramai disorot di media sosial belakangan ini. Hasto Indonesia disebut-sebut pernah mengatakan bahwa setiap perempuan harus memiliki minimal satu anak untuk mencegah penurunan populasi. Pernyataan tersebut mengundang kemarahan warganet. Netizen menilai hal tersebut tidak akan mengatasi ancaman penurunan angka kelahiran di Indonesia.

Pilihan Editor: Persyaratan teknis yang dicurigai dipanggil untuk dicari oleh ULM, Rektorat Whistlebler.



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *