Ketum Foxy ini mengaku merupakan penggemar Prabowo-Gibran saat melaporkan film Suara Kotor ke polisi.

Uncategorized126 Dilihat

TEMPO.CO, Jakarta – Forum Komunikasi Santri Indonesia (DPP Foxy) Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat M. Nasir Sahib kembali ke Mabes Polri untuk melengkapi laporan 3 pengacara dan sutradara film Suara Sampah. Nasir mengaku mendukung calon presiden dan wakil presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Rakhine.

“Saya pendukung, kalau mau cek, saya tidak terlibat dalam Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran. Saya tidak terlibat dalam parpol sebagai pengurus. Dulu parpol saya PDI Perjuangan, sekarang saya Saya. Mereka sudah mengundurkan diri,” kata Nasir di Bareskrim Polri, Selasa sore, saat ditemui, 13 Februari 2024.

Naseer menjelaskan, pemberitaan Zainal Arifin Mokhtar, Bvitri Susanti, Feri Amsari, dan Dandi Lacsono selalu merupakan inisiatif sutradara. Dalam laporannya, TKN Prabowo-Gibran menolak intervensi tersebut.

“Tidak ada (intervensi) karena TKN mengeluarkan pernyataan, mereka tidak melaporkan, biarkan masyarakat yang menilai. Tapi, sebagai warga negara Indonesia, saya punya tugas untuk mengingatkan mereka,” kata Nasir.

Nasir juga menyebut dirinya telah merugikan pasangan calon pasangan calon presiden, yakni pasangan calon pasangan calon presiden, Pilpres 2024, Prabowo-Gibran. Seperti disinggung dalam film tersebut, Presiden Joko Widodo tak ingin dikritik karena melakukan kecurangan dalam pemilu.

Tentu saja yang terdampak adalah pasangan 02. Soal terciptanya politik etis benar-benar pecah. Jokowi, presiden sah RI, merasa sudah dekat, ujarnya.

Nasir menegaskan, pernyataan visi dan misi calon presiden dan wakil presiden harus menjadi acuan yang cukup untuk dinilai oleh masyarakat. Mereka menuduh para intelektual dalam film Dirty Vote melakukan kampanye hitam.

iklan

“Kalau kalah di pemilu, jangan main-main dengan hal-hal itu. Bagi saya, suara kotor tidak pernah mengajarkan proses pemilu karena proses pemilu ada hikmahnya saat debat capres-cawapres,” ujarnya.

Baca Juga  Serial Marvel Agatha Selama Ini Rilis, Siapa Pemerannya?

Nasir mengungkapkan, dirinya datang ke Mabes Polri untuk bertemu dengan detektif polisi Barescream. Ia mengatakan, ada laporan wartawan lain sebelum dirinya terkait film tersebut. Suara kotor.

Oleh karena itu, mereka sudah mendapat laporan dari (jurnalis). Karena Mabes Polri tidak bisa menerima laporan lain, maka mereka sedang mengevaluasi apakah film ini bisa masuk ke penyidikan selanjutnya, kata Nasir saat ditemui wartawan. Badan Reserse Kriminal Kepolisian.

Nasir enggan memberikan jawaban tegas saat ditanya apakah laporannya ditolak. Juga tidak ditunjukkan Surat Tanda Terima Laporan (STP). “Tidak dilarang, jadi kami laporkan,” ujarnya.

Pilihan Redaksi: Tangkap Film Suara Kotor, Mahasiswa FH UGM: Kecurangan pemilu terjadi secara terstruktur, sistematis, dan masif.



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *