Korban kecelakaan yang tertimpa bendera partai di flyover Kuningan tidak meminta apa-apa, bingung dengan biaya pengobatan.

Uncategorized347 Dilihat

TEMPO.CO, Jakarta – Sepasang suami istri menjadi korban kecelakaan saat bendera partai jatuh menimpa mereka Jalan Layang Kuningan, M. Salim (68 tahun) dan Oon (61 tahun) tidak meminta apa pun meski mengalami luka serius. Di tahun Pada Rabu 17 Januari 2024, dalam kecelakaan usai terjatuh dari sepeda motor, Salim mengalami luka di dekat bibir, memar di tungkai dan jari kaki, istrinya mengalami patah tulang tibia di kaki kiri dan lengan kiri, memar dan pergelangan kaki terkilir. .

Saya tidak bisa berkata apa-apa dan meminta apa pun karena saya orang biasa, saya tidak mengerti, kata Salim saat ditemui di rumahnya di Jalan Teret, Kembangan, Jakarta Barat, Jumat, 19 Januari 2024.

Salim ingat Bendera pesta Yang terjadi kemudian, di situ ada logo PKB (Partai Kebangkitan Bangsa). Kejadian bermula saat Salim dan istrinya sedang melakukan perjalanan menggunakan sepeda motor dari Kawang menuju Semangi melalui flyover Kungan pada Rabu pagi pukul 09.45.

Di sebelah kiri, ia melihat banyak bendera partai politik tergantung di selebaran. Sedangkan di sisi kanan tidak begitu banyak.

Saat hendak turun dari pesawat, tiba-tiba sebuah bendera berlogo PKB berjatuhan di hadapannya. Warna dasar bendera adalah putih dan logo partai berwarna hijau. “Hari sudah gelap dengan menutup mata dan Anda tidak bisa melihat apa pun,” katanya.

Pasangan lansia tersebut terjatuh setelah sepeda motornya terbalik. Seorang ojek online (Ojol) dan driver mobil Grab menolong mereka dan membawa mereka ke RSUD Mampang Prapatan. Kemudian seorang polisi datang mengunjungi rumah sakit untuk menanyakan kronologi kecelakaan tersebut.

iklan

Pasca kecelakaan lalu lintas di flyover Kuningan, kondisi sepeda motor M Salim seperti tertimpa bendera parpol. Sumber: Istimewa

Baca Juga  Ada perbedaan besar antara laporan kekayaan AKP Andriy Gustami dengan gajinya sebagai perwira polisi pertama.

Meski tidak menuntut, Salim berharap mendapat perhatian dari pihak manapun, terutama pemilik bendera. Sejauh ini belum ada pihak Bawaslu (Badan Pengawasan Pemilu) termasuk Diki Jakarta yang mengunjunginya.

“Saya sedang memikirkan bagaimana cara berobat selanjutnya, sudah berbulan-bulan kondisinya semakin buruk,” kata Salim sambil menunjuk istrinya Oo yang terbaring dengan kaki diperban.

bahaya Hal itu menimpa Salim dan Oon karena bendera partai tersebut viral setelah diunggah di akun Instagram @seputar_jaksel. “Kalau bisa, jangan sampai terlihat lagi bendera seperti itu. Bahaya buat orang lain juga karena saya tidak sendirian,” kata Salim.

Pilihan Redaksi: Anis Basedan Kunjungi Rhoma Irama di Depok, Minta Nasehat dan Restu



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *