Korban tewas mencapai 112 orang akibat penembakan Israel terhadap warga Gaza.

Uncategorized186 Dilihat

TEMPO.CO, Jakarta – Tank Israel online Gaza Korea Utara menembaki warga Palestina yang mencoba mendapatkan bantuan makanan pada hari Kamis. Serangan ini menewaskan 112 orang dan melukai lebih dari 750 orang, menurut Kementerian Kesehatan Gaza, hingga Jumat, 1 Maret 2024.

Menanggapi kematian yang terjadi di seluruh dunia, banyak yang menggambarkan tindakan Israel sebagai tindakan yang “tidak adil” dan “kejahatan terhadap kemanusiaan.”

AS menginginkan jawaban

Presiden AS Joe Biden mengatakan serangan itu akan mempersulit perundingan gencatan senjata dalam perang yang telah berlangsung hampir lima bulan. Gedung Putih menyebut kematian tersebut “sangat meresahkan.”

Juru bicara Departemen Luar Negeri Matthew Miller mengatakan AS “segera mencari informasi tambahan mengenai sifat sebenarnya dari insiden tersebut.”

Washington akan memantau dengan cermat penyelidikan yang akan datang dan “mendesak untuk mendapatkan jawaban,” katanya.

Prancis mengutuk pembantaian di Gaza.

“Penembakan tentara Israel terhadap warga sipil yang mencoba mendapatkan makanan tidak dapat dibenarkan,” kata Kementerian Luar Negeri Perancis.

“Peristiwa tragis” ini terjadi ketika “jumlah warga sipil Palestina yang semakin banyak dan tak tertahankan” menderita kelaparan dan penyakit, dan Israel harus menghormati hukum internasional dan mempertahankan pemberian bantuan kepada warga sipil, katanya.

Presiden Prancis Emmanuel Macron menyatakan “kecamannya yang keras” atas pembunuhan tersebut, dengan menulis di media sosial X bahwa “warga sipil Palestina telah menjadi sasaran tentara Israel.”

Turki mengecam tindakan tersebut sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan.

Turki menuduh Israel melakukan “kejahatan terhadap kemanusiaan” dengan menembaki warga Gaza yang “kelaparan”.

Kementerian Luar Negeri Turki mengatakan, “Fakta bahwa Israel… kali ini menargetkan warga sipil tak berdosa yang mengantri untuk mendapatkan bantuan kemanusiaan adalah bukti bahwa (Israel) memiliki niat sadar dan kolektif untuk menghancurkan rakyat Palestina.”

Baca Juga  4 tips agar tidak menjadi korban penipuan digital marketing

Kolombia Membatalkan Pembelian Senjata Israel

Presiden Kolombia Gustavo Petro mengutuk apa yang disebutnya sebagai “genosida” terhadap rakyat Palestina dan menghentikan pembelian senjata dari Israel, pemasok utama pasukan keamanan negaranya.

“Lebih dari 100 warga Palestina dibunuh oleh (Perdana Menteri Israel Benjamin) Netanyahu karena mengemis makanan. Ini disebut genosida dan mengingatkan pada genosida,” tulis Petro di X. “Dunia harus melarang Netanyahu,” tulisnya.

Spanyol dan Italia meminta gencatan senjata segera

“Apa yang terjadi di Gaza tidak dapat diterima, ketika puluhan warga sipil Palestina terbunuh saat menunggu makanan,” kata Menteri Luar Negeri Spanyol Jose Manuel Alvarez di surat kabar X, menggarisbawahi perlunya gencatan senjata.

Menteri Luar Negeri Italia Antonio Tajani menyerukan “gencatan senjata segera” di Gaza dan mendesak Israel untuk melindungi rakyat Palestina setelah “kematian tragis” tersebut.

iklan

“Kami sangat mendesak Israel untuk melindungi masyarakat di Gaza dan menegaskan fakta dan tanggung jawabnya,” katanya di X.

Perdana Menteri Georgia Meloni menyatakan “kekecewaan dan keprihatinannya yang mendalam” atas kekerasan tersebut.

Kecaman PBB.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengutuk serangan itu dan “terkejut dengan hilangnya nyawa secara tragis dalam konflik tersebut,” kata juru bicara PBB Stephane Dujarric.

Dujarric mengatakan: “Warga sipil yang putus asa di Gaza membutuhkan bantuan segera. Di wilayah utara yang terkepung, PBB belum dapat memberikan bantuan selama lebih dari seminggu.”

Uni Eropa mengutuk pembantaian tersebut

Kepala Urusan Luar Negeri Uni Eropa Josep Borrell mengecam kematian tersebut sebagai hal yang “benar-benar tidak dapat diterima”.

“Saya sangat sedih dengan berita kembali terjadinya pembantaian warga sipil di Gaza yang sangat membutuhkan bantuan kemanusiaan,” katanya di X.

Baca Juga  Juventus vs AS Roma Jose Mourinho sedang mencari kemenangan melawan lelaki tua itu

Qatar mengutuk pembantaian tersebut.

Kementerian Luar Negeri Qatar telah menyerukan “tindakan internasional yang mendesak” untuk mengakhiri perang di Gaza, “mengutuk pembantaian keji yang dilakukan oleh pendudukan Israel.”

Laporan tersebut juga memperingatkan bahwa “penghinaan Israel terhadap kehidupan orang Palestina… pada akhirnya akan melemahkan upaya internasional untuk menerapkan solusi dua negara, sehingga membuka jalan bagi siklus kekerasan yang meningkat di wilayah tersebut.”

Arab Saudi telah menyerukan gencatan senjata.

Kementerian luar negeri Arab Saudi mengutuk kematian tersebut dan menegaskan kembali perlunya “gencatan senjata yang mendesak.”

Mereka juga memperbarui tuntutan mereka agar Israel mematuhi hukum kemanusiaan internasional, segera membuka koridor kemanusiaan yang aman, memungkinkan evakuasi korban luka dan pengiriman bantuan kemanusiaan.

Pilihan Editor: Kolombia membekukan pembelian senjata dari Israel, mengutuk pembantaian di Gaza

Al Arab



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *