LPS membayar tagihan nasabah BPR pailit sebesar Rp392 miliar.

Uncategorized99 Dilihat

TEMPO.CO, Jakarta – Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) melaporkan telah membayar hampir seluruh klaim penjaminan simpanan nasabah yang mengalami gagal bayar pada Bank Perkreditan Rakyat (BPR). Mereka telah ditutup atau dicabut izinnya oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Total yang dibayarkan ke pelanggan sebesar Rp329,2 miliar.

Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya Udd Sadewa mengatakan, jumlah tersebut mencapai 92,6 persen bank gagal senilai Rp 355,4 miliar. Ini setara dengan deposit.

Pada konferensi pers pada 30 Januari di Gedung Pacific Century Place TBP di Kawasan Pusat Bisnis Senayan Jakarta, Purbaya mengatakan sebagian besar permintaan jaminan pinjaman nasabah dibayar dalam lima hari pertama. “Sebagian besar yang belum dibayar masih dalam penyelidikan.”

Tahun ini banyak bank yang masih melakukan proses pembayaran. LPS berusaha meyakinkan masyarakat dan tidak khawatir karena uang nasabah terjamin, ujarnya.

Di tahun Pada tahun 2023, empat BPR mengalami pailit. BPR Bagong Inti Marga, BPR Kariya Pemuda Indramayu dan BPR Indotama UKM Sulawesi. Dua BPR lainnya juga mengalami kegagalan pada tahun ini: Koperasi BPR Wijaya Kusuma dan BPRS Mojo Arto.

Hakim Paramita yang pemberani

Pilihan Editor: Cara mendapatkan kewarganegaraan Singapura bagi orang Indonesia

klik disini mencari Update berita terkini dari Tempo di Google News



Quoted From Many Source

Baca Juga  Tottenham Hotspur bermain imbang 2-2 di markas Brentford

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *