Mantan Cabasarnas Henry Alfiandi menghadapi tuduhan korupsi pertama di pengadilan militer hari ini.

Uncategorized76 Dilihat

TEMPO.CO, Jakarta – Mantan Kepala Badan Pencarian dan Pertolongan NasionalKabasarnas) Henry Alfaiandi akan melakukan debutnya hari ini Senin 1 April 2024 pukul 10.00. Perkara suap terhadap Basarnas pembelian barang dan jasa akan disidangkan di Pengadilan Tinggi Militer Jakarta II.

Agendanya adalah proses pengujian sebelum pengujian,” kata Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen Nugraha Gumillar saat dikonfirmasi. waktuSenin, 1 April 2024

Sidang ke sidang purnawirawan jenderal bintang tiga TNI AU ini berlangsung lama. Henry ditetapkan sebagai tersangka pada 31 Juli 2023 dan telah ditahan selama hampir 8 bulan.

File Henry telah ditransfer Pengadilan militer Pengadilan Tinggi Jakarta II pada 6 Februari 2024. Hal itu diungkapkan Kepala Badan Tinggi Militer Jakarta II Safrin Rachman. Jadwal sidangnya dari pihak pengadilan, kata Safrin yang saat ini menjabat Staf Khusus hingga Kepala Staf.

Kasus suap Henry diungkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 2011. Tanggal 25 Juli 2023 sedang dalam masa operasi intensif (OTT). Ada lima orang yang ditangkap OTT, tiga dari pihak swasta, Komisaris Utama PT Multi Graphics Cipta Sejati Mulsunadi Gunawan, CEO PT Intertechno Graphics Sejati, Marilia dan CEO PT Kindah Abadi Utama Rony Adil sebagai pembayar suap.

Henry Alfiandi dan mantan Korsmin Kabasarnas Letkol Afri Budi Kahyantho disebut-sebut sebagai penerima suap dalam kasus tersebut. Korupsi Basarnas Ini. Keduanya diduga menerima suap sebesar Rp999,7 juta dari Mulsunadi dan Rp4,1 miliar dari Roni. Selain itu, mereka diduga menerima suap sebesar 88,3 miliar birr dari beberapa penjual pada tahun 2021 hingga 2023.

iklan

Dalam kasus ini, pihak swasta pemberi suap Basarnas divonis bersalah oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada 21 Desember 2023. Marilia divonis 2 tahun penjara dan denda Rp100 juta kurang dari tiga bulan kurungan.

Baca Juga  Perkemi akan kembangkan atlet lewat lomba tingkat siswa dan mahasiswa

Mulsunadi Gunawan divonis dua tahun dan denda 200 juta birr serta empat bulan penjara. Ronnie Idil divonis dua tahun enam bulan penjara dan denda 200 juta birr. Di bawah empat bulan penjara.

Letkol Afri Budi Kahanto masih diadili di Pengadilan Tinggi Militer 2 Jakarta. Berdasarkan Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) Mahkamah, agenda sidang terakhir adalah Senin 25 Maret 2024 untuk pemeriksaan alat bukti.

Han Revanda Putra

Pilihan Redaksi: Top 3 Legal: Harvey Moes dan Helena Lim Diduga Operator Big Boss, Kisah Tragis Mahasiswa Ferienjob yang Jadi Kuli Bangunan di Jerman



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *