Mantan Wapres AS Al Gore Malah Kritik UEA Tuan Rumah COP28, Kenapa?

Uncategorized166 Dilihat

TEMPO.CO, Jakarta – Aktivis iklim dan mantan Wakil Presiden AS, Al GoreDia mengkritik Uni Emirat Arab karena menjadi tuan rumah konferensi iklim. COP28 Ini adalah pengatur negosiasi internasional pemanasan global Tahun ini adalah penyalahgunaan kepercayaan publik.

Komentar-komentar ini disajikan Reuters Dalam sebuah wawancara pada konferensi di Dubai, ia mencerminkan skeptisisme terhadap presidensi COP28 di antara beberapa delegasi. Sultan Al-Jaber, Pimpinan Perusahaan Minyak Nasional Uni Emirat Arab ADNOC, dapat menjadi broker terpercaya dalam kontrak iklim.

“Mereka telah menyalahgunakan kepercayaan publik dengan menunjuk CEO salah satu perusahaan minyak terbesar dan paling tidak bertanggung jawab di dunia sebagai ketua COP,” kata Gore.

Dalam presentasi di sesi pleno utama COP sebelum wawancara, data menunjukkan bahwa Uni Emirat Arab akan meningkatkan emisi gas rumah kaca sebesar 7,5 persen pada tahun 2022, dibandingkan dengan peningkatan sebesar 1,5 persen secara global. Data tersebut berasal dari sebuah organisasi bernama Climate TRACE, yang menggunakan kecerdasan buatan dan data satelit untuk melacak emisi karbon perusahaan tertentu, kata Gore.

UEA tidak segera mengomentari pernyataan Gore dan data TRACE.

Di tahun Gore, yang mencalonkan diri sebagai presiden AS sebagai calon dari Partai Demokrat pada tahun 2000, telah mengkritik perusahaan-perusahaan minyak dan gas atas kehadiran mereka di pertemuan puncak iklim tahunan dan karena mempromosikan teknologi seperti penyeimbangan karbon untuk membersihkan emisi bahan bakar fosil. .

Ketika Gore ditanya tentang penampilan pertama CEO ExxonMobil Darren Woods di konferensi COP, keterlibatan industri minyak tidak menghilangkan sejarah perlawanannya terhadap kebijakan iklim.

iklan

“Ini tidak boleh dianggap serius. Dia memprioritaskan keuntungan di atas kelangsungan peradaban manusia,” kata Gore.

Baca Juga  Greenpeace meminta Kementerian Pertahanan untuk bertanggung jawab atas hancurnya food estate di Gunung.

Exxon Mobil menolak berkomentar.

Dalam teks akhir yang dirilis pada konferensi tersebut, Gore mendesak para delegasi untuk menyetujui pernyataan penghapusan bahan bakar fosil, tanpa peringatan atau penyebutan teknologi penangkapan karbon.

“Teknologi penangkapan karbon dan penangkapan udara langsung saat ini hanya merupakan proyek penelitian,” kata Gore. “Belum ada pengurangan biaya selama 50 tahun dan ada persepsi dari perusahaan bahan bakar fosil bahwa teknologi ini tersedia dan layak secara ekonomi.”

Reuters

Pilihan Editor Serangan Menara Eiffel terhadap turis, diduga anggota ISIS marah dengan serangan Israel di Gaza.



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *