Mantan warga Kampung Bayam menolak rencana relokasi ke Rusun Tanjung Priok.

Uncategorized152 Dilihat

TEMPO.CO, Jakarta – Mantan penghuni Desa Bayam Anggota Persatuan Warga Kampung Bayam (PWKB) menolak keras rencana Plt Gubernur DKI Diki. Heru Budi HartonoUntuk pindah ke apartemen baru di Tanjung Priok. Menurut warga, mereka dipastikan merupakan warga Kampung Susun Bayam.

“Saya tidak setuju dengan rencana aksi pembangunan apartemen baru bagi warga Kampung Bayam,” kata Shirley, perwakilan warga, melalui keterangan tertulis, Jumat, 26 Januari 2024.

Alasan penolakan tersebut, Shirley menjelaskan, ada Kampung Susun Bayam yang sebelumnya telah diresmikan oleh mantan Gubernur Anis Basedan. Penghuni mengatakan bahwa mereka telah menerima izin tinggal masa depan dan nomor unit dan yang perlu mereka lakukan hanyalah menyerahkan kuncinya.

Lebih lanjut, ia meyakini pembangunan apartemen baru di tempat lain akan menambah beban warga Kampung Bayam. Sebab, warga tentu akan menunggu lebih lama untuk mendapatkan hak atas perumahan yang layak, ujarnya.

Keterangan tertulis PWKB yang dikeluarkan Walikota Jakarta Utara pada Juni 2022 melalui surat bernomor: e-0176/PU.04.00 menyebutkan, warga tersebut telah disetujui oleh PT Jakpro dan pemerintah daerah atau Pemprov Diki Jakarta. Kampung Susun Bayam.

Rusun dekat Jakarta International Stadium atau JIS diberi nama Kampung Susun Bayam atau KSB pada masa pemerintahan mantan Gubernur Jakarta Diki. Anius Baswedan. Pasca diresmikan pada Oktober 2022, warga menyatakan akan diberikan hak menempati rusun tersebut.

Namun terjadi kehilangan komunikasi antara Jackpro selaku pengelola gedung dengan warga khususnya KPKBM. Mereka mengaku tidak diberikan kunci dan harus tinggal di rumah sementara (Huntara) atau Rusun Nagrak tanpa batas waktu. Akhirnya mereka menduduki ruang KSB lantai 2 secara paksa hingga Gubernur Dikki menolak berbicara dengan warga.

Selama lebih dari setahun, warga mengaku pemerintah bungkam karena tak mau menghubungi warga. Sementara itu, mereka sedang melakukan negosiasi dengan perwakilan Jackpro mulai akhir tahun 2023. Namun mediasi sudah selesai.

Baca Juga  Pengamat Pendidikan Sebut P5 Salah Satu Kegiatan Kunjungan Pendidikan, Apa Itu P5?

iklan

Selain mediasi, JackPro melaporkan empat warga KPKBM ke Polres Jakarta Utara. Mereka disangka melanggar Pasal 170, Pasal 406, dan 167 KUHP dengan melakukan penyerangan terhadap barang, menimbulkan kerusakan, dan memasuki tempat orang lain tanpa izin yang cukup.

Rusun Kampung Bayam telah berganti nama menjadi JIS Perumahan Pekerja Penunjang Operasional (HPPO). Menurut Jackpro, JIS HPPO merupakan bagian dari proses pembentukan lingkungan olahraga terpadu di Jakarta Utara. Sedangkan Kampung Bayam yang kini menjadi JIS dulunya merupakan ruang terbuka milik Pemprov Diki Jakarta.

Di tahun Pada 16 November 2023, warga meminta pertemuan melalui Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta kepada PT Jakpro untuk membahas kepastian perpindahan warga ke KSB. PT Jakpro melalui surat tertanggal 28 November 2023 menyatakan berhalangan hadir dalam pertemuan tersebut karena Kampung Susun Bayam sedang melakukan kajian pengelolaan.

Warga menyurati dan meminta bertemu dengan Heru Budi Hartono pada 4 Desember 2023, namun tidak mendapat tanggapan.

Han Revanda Putra

Pilihan Editor: Heru Budi mengembangkan apartemen di Nagrak, Pasar Rampt dan Thana Pasir untuk eks warga Kampung Bayam.



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *