Pasangan Meninggal Dunia, Ini Dampak Kesehatan Bagi Yang Ditinggalkan

Uncategorized165 Dilihat

TEMPO.CO, Jakarta – Kematian adalah rahasia Tuhan Yang Maha Tinggi. Tapi jika Mitra Jika seseorang meninggal, kesedihan dapat menyebabkan detak jantung tidak teratur yang dapat mengancam nyawa.

Kesimpulan ini merupakan hasil studi risiko Kematian Karena patah hati. Data dari hampir 1 juta orang Denmark menunjukkan bahwa hal itu meningkatkan risiko detak jantung tidak teratur selama setahun. Orang yang berusia di bawah 60 tahun dan pasangannya telah meninggal adalah kelompok yang paling berisiko.

“Risiko tertinggi terjadi 8-14 hari setelah kematian, kemudian risikonya menurun,” tulis penelitian yang diterbitkan dalam jurnal tersebut. Buka hati Itu. “Satu tahun setelah berkabung, risikonya sama dengan orang yang belum berkabung.”

Sementara itu, penelitian berfokus pada menjelaskan dampak observasi fenomena manusia. meninggal Tidak lama setelah pasangan itu meninggal. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa pasangan yang berduka memiliki risiko kematian yang lebih tinggi, terutama akibat penyakit jantung dan stroke, namun mekanismenya belum jelas.

Detak jantung tidak teratur
Penelitian baru mempertanyakan apakah orang yang berduka khususnya berisiko terkena fibrilasi atrium, atau detak jantung tidak teratur, yang membuat mereka berisiko terkena stroke dan serangan jantung. Peneliti di Denmark menggunakan data populasi yang dikumpulkan dari tahun 1995-2014 untuk mencari pola. Dari data tersebut, 88.612 orang baru terdiagnosis fibrilasi atrium dan 886.120 orang dalam keadaan sehat.

iklan

“Risikonya 41 persen lebih tinggi pada orang yang baru pertama kali mengalami serangan jantung,” tulis hasil penelitian yang dipimpin oleh Simon Graf dari Aarhus University.

Mereka yang berusia di bawah 60 tahun memiliki risiko dua kali lebih besar terkena penyakit ini. Sedangkan 57 persen dari mereka yang pasangannya meninggal mendadak mengalami kecelakaan. Tim peneliti menegaskan, tidak ada kesimpulan yang bisa ditarik dari sebab akibat tersebut karena penelitian ini hanya bersifat observasi yang melihat korelasi pada data.

Baca Juga  Serangan Israel semakin intensif, dan Gaza bergelut dengan korban jiwa.

Kehilangan pasangan dianggap sebagai salah satu peristiwa hidup yang paling menegangkan PenjagaKarena dapat menimbulkan masalah seperti depresi, kehilangan nafsu makan, sulit tidur, minum alkohol, dan berhenti berolahraga. Semuanya dapat membahayakan kesehatan Anda.

Pilihan Editor: Apakah Pasangannya Adalah Orang yang Tepat? Perhatikan tanda-tanda berikut ini



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *