Pedang Pora dan operasi daur ulang sampah menandai perpisahan dengan sekolah dasar di Depok

Uncategorized27 Dilihat

TEMPO.CO, depok – Berusaha meningkatkan semangat nasionalisme dan kepedulian terhadap lingkungan hidup SDN Sugutamu depok Perpisahan dengan pelajar pada Upacara Pora Saif dan Pameran Karya Seni. Mendaur ulangSabtu 22 Juni 2024.

Upacara Pedang Pora dikenal sebagai penghormatan kepada perwira remaja yang menjalani kehidupan baru atau kepada teman atau perwira seniornya yang naik pangkat.

Triana Penny, Kepala Sekolah SD Sugutamu, berpendapat Upacara Pedang Pora dapat memberikan pengalaman unik bagi siswanya dan diterjemahkan sebagai semangat persatuan dan kekuatan untuk mencapai tujuan. Upacara Pedang Pora ke-50 ini merupakan bagian dari upaya menumbuhkan semangat persatuan di kalangan siswa, kata Triana Penny saat ditemui di sekolah Bakiti Jaya, Kecamatan Sukmajaya.

Guru yang biasa disapa Penny ini meyakini upacara pedang Pora akan meningkatkan semangat nasionalisme di kalangan siswa. Karena pakaian dan upacaranya sangat sakral, diharapkan dapat meningkatkan semangat nasionalisme, kata Penny.

Selain upacara pedang Pora, lanjut Penny, pihak sekolah juga menggelar pameran karya daur ulang sampah bertajuk Karya Panen Raya. “Ini sebagai implementasi proyek penguatan profil Mahasiswa Pancasila (P5),” tambah Penny.

Siswa SD Sugutamu Depok mengadakan Upacara Pedang Pora dan Pameran Daur Ulang Sampah pada hari Sabtu tanggal 22 Juni 2024 untuk melepas lulusannya ke SMP.

iklan

Banyak sekali karya yang dibuat dari bahan-bahan bekas seperti vas bunga, meja, tempat pensil dan lain sebagainya Tengara Sekolah Dasar Sugutamu.

Untuk P5, guru mengarahkan siswa untuk memanfaatkan barang bekas atau sampah plastik menjadi barang yang bermanfaat. “Pada dasarnya kami ingin mengajarkan siswa untuk menghargai alam, mencintai lingkungan. Setidaknya itu ruang edukasi,” kata Penny.

Pilihan Editor: Dari Gagak hingga Sekakak, Laporan Tempo dari BRIN Travel ke Nusa Barung

Baca Juga  Pemkab Konawe Utara luncurkan "Pak Tani Konasara"



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *