Pelopor antikorupsi mengklaim, Ganjar Pranowo siap bersaing dalam kompetisi gagasan KPK

Uncategorized479 Dilihat

TEMPO.CO, Jakarta – Calon presiden nomor tiga Menghadiahkan Pranowo mengaku siap lahir dan batin untuk memenuhi undangan Komisi Pemberantasan Korupsi atau Komisi Pemberantasan Korupsi Ganjar mengaku siap mendampingi Mahfud MD dalam dialog penguatan antikorupsi penyelenggara publik yang digelar pada Rabu, 17 Januari 2024 di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta. Bertukar pikiran mengenai isu antikorupsi.

“Oh, mau sekali. Itu yang ditunggu-tunggu,” kata Ganjar dalam pesan singkat yang disiarkan Tempo, Minggu, 14 Januari 2024.

Ganjar Ia mengaku terlibat dalam penguatan isu antikorupsi saat mencalonkan diri pada Pilkada Jawa Tengah pada 2013. Saat itu, beberapa pimpinan KPK datang ke Jawa Tengah untuk secara khusus meminta seluruh pasangan calon gubernur-wakil gubernur memberantas korupsi.

“Kalau giliran saya, komisarisnya Pak Ganjar tidak diperlukan karena taglinenya korupsi Mboten, Mboten Ngapusi. Kita lihat saja hasilnya,” kata Ganjar.

Ganjar berhasil menepati janjinya kata demi kata, ujarnya.Korupsi Mboten, Mboten Ngapusi” atau dalam bahasa Indonesia, ‘tidak ada korupsi, tidak ada kebohongan’ kepada pemilih saat ia mengemban peran sebagai orang nomor satu di provinsi Jawa Tengah.

“Sudah 10 tahun sejak hasilnya dimulai, dari pertanyaan pertama sebagai calon gubernur, saya akan melakukannya sampai hari ini. Saya ingin bercerita pengalaman saya,” kata Ganjar.

iklan

Terkait dengan kehancuran KorupsiGanjar mengaku geram atas uang muka yang dikembalikan dari Dinas Perhubungan (Dishub) pada 27 April 2014, atau setahun setelah ia menjadi Gubernur Jawa Tengah. Ganjar yang mengaku sebagai kepala negara pemberi hibah terbesar di Indonesia pada penghargaan KPK pun geram saat itu.

Saat itu, ketika saya melihat petugas Dinas Perhubungan (Dishub) di Jembatan Berat Suba, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, mendapat jawaban dari Kernet, amarah saya pun memuncak. Dari Rp 10.000 menjadi Rp 20.000 untuk kehormatan Dishub petugas,” kata Ganjar.

Baca Juga  Temui Sadiq Khan, walikota London tiga kali

Pada Desember 2023, KPK akan menyoroti debat perdananya, khususnya terkait isu pemberantasan korupsi. Ketua KPK Sementara Nawawi Pomolango mengaku kecewa debat yang digelar pada 12 Desember 2023 tidak menampilkan gagasan besar masa depan pemberantasan korupsi.

“Tadi malam saya juga ikut karena diajak nonton debat pelatih, maaf debat capres. Saya capek dan membela diri. Saya ingin dengar apakah ada konsep pemberantasan korupsi, tidak .Sepertinya dia tidak akan menawarkannya,” jelas Nawawi.

Pilihan Redaksi: Prabowo Bicara Malin Kundang, Hasto PDIP: Blunder



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *