Polisi Iptu FN yang Bunuh Penagih Utang yang Kabur di Polda Sumsel: Mobil Avanza Menunggak 2 Tahun

Uncategorized106 Dilihat

TEMPO.CO, Jakarta – Polda Sumsel memburu Iptu FN yang menembak dan menyerang debt collector saat hendak menagih uang di parkiran pusat perbelanjaan, Sabtu 23 Maret 2023.

Kabid Humas Polda Sumsel Kompol Sunarto mengatakan, Polri telah menerbitkan daftar pencarian orang (DPO) terhadap Iptu FN. “Kami sudah berkoordinasi dengan pihak keluarga dan FN diminta untuk memberikan prosedur lebih lanjut,” ujarnya dalam konferensi pers, Minggu, 24 Maret 2024, dilansir Antara.

Menurut Direktur DitreSkrim Polda Sumsel Kombes M Anwar Rexovidjojo, mobil milik Iptu FN diketahui menunggak selama dua tahun.

Korban debt collector ada dua orang yang saat ini menjalani perawatan di rumah sakit. Sementara itu, petugas kepolisian dari Satuan Wilayah (Satwil) dan Polda Sumsel, termasuk Palembang, saat ini dalam pengawasan polisi, katanya.

Ia menambahkan, pihaknya saat ini sedang mengambil langkah untuk membujuk keluarga individu FN agar menyerahkan diri.

“Hal ini kami lakukan untuk mengungkap apa yang sebenarnya terjadi. Pengejaran ini dilakukan untuk memperjelas sifat kejahatannya dan untuk mengetahui apa yang terjadi di TKP seperti diberitakan sebelumnya,” ujarnya.

Kemudian laporan debt collector ke polisi terkait pasal 351 ayat 2 yakni penganiayaan berat dengan ancaman hukuman lima tahun penjara.

iklan

Sementara itu, barang bukti satu unit Toyota Avanza warna putih bernomor registrasi B 1919 DTT milik Iptu FN telah disita di Mapolda Sumsel.

Mobil tersebut diparkir di kompleks Provost Bid Propam Polda, Sumsel, setelah DS, istri Iptu FN melaporkan perampokan dan pemukulan yang dilakukan suaminya.

Sebelumnya, sebuah video viral memperlihatkan seorang pria menyerang dua debt collector dengan menggunakan senjata tajam dan senjata tajam di parkiran pusat perbelanjaan di Palembang.

Baca Juga  Sekjen Gerindra Prabowo mengaku yakin Gibran mampu memberikan penampilan terbaiknya saat debat.

Akibat kejadian tersebut, korban terkena senjata tajam. Salah satu korban kini menjalani perawatan di RS Siloam Sriwijaya, Palembang.

Pilihan Editor: Nasib Mahasiswa Internasional Ferienjobs di Jerman Korban Perdagangan Manusia: Dihadapkan Banyak Kecemburuan dan Pemotongan Gaji



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *