Rocky Gering menjelaskan kepada jaksa, Harris mengkritik Azhar dan Fethia Luhut bukan sebagai pribadi melainkan sebagai pejabat publik.

Uncategorized146 Dilihat

TEMPO.CO, Jakarta – Rocky Gering membahas permasalahan sipil dan politik dalam negeri. Kovenan Internasional Hak Sipil dan Politik dalam persidangan Haris Azhar dan Fathiya Maulidyanti di Pengadilan Negeri Jakarta Timur pada Senin, 9 Oktober 2023.

Kovenan atau Kovenan Internasional tentang Hak Sipil dan Politik atau biasa disebut dengan ICCPR untuk menjamin prinsip-prinsip dasar hak asasi manusia di bidang sipil dan politik sebagaimana tertuang dalam Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia atau UDHR.

Indonesia pada tanggal 28 Oktober 2005 dalam Undang-undang Republik Indonesia No. 12 Tahun 2005 tentang ratifikasi Kovenan Internasional tentang Hak Sipil dan Politik pada Pasal 1 deklarasi tentang ratifikasi Kovenan Internasional tentang Hak. Politik.

Jaksa Rocky menanyakan kepada Gerung soal janji hak sipil dan politik

Dia menanyakan kepada Jaksa Penuntut Umum Rocky Gerung soal komitmen yang disampaikan Haris Azhar dan Fathia selaku ahli.

Tahukah Anda bahwa Indonesia telah meratifikasi Kovenan Internasional Hak Sipil dan Politik, pasal 19 yang menyatakan bahwa pelaksanaan hak dalam pasal 2 dapat dikenakan batasan hukum tertentu untuk menghormati orang lain, bagaimana jika tidak menghormati? orang lain, apakah ini termasuk?” tanya salah seorang jaksa di sela-sela sidang.

Menanggapi hal tersebut, Rocky membenarkan adanya janji tersebut, namun ada aturan dalam mengkritik orang lain, bukan posisinya. Menurut Rocky, yang dilakukan Fatiya merupakan kritik terhadap posisinya, bukan orangnya.

“Mengapa perjanjian itu dibuat adalah untuk membedakan tingkatan dengan orang lain yang identitasnya adalah orang dan lembaga. Pejabat pemerintah bukan orang, tapi lembaga,” kata Roki.

“Posisi Pak Luhut bukan orang lain, dia bukan warga negara biasa, tidak berpedoman pada perjanjiannya. Pejabat pemerintah memang punya kewenangan untuk melanggar HAM, sehingga jaksa tidak paham asal muasal perjanjiannya,” kata Rockey. . Kepada Tempo di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Senin 9 September 2023.

Baca Juga  Kemungkinan PKS mendekati Prabowo, Gerindra-Golkar-PAN akan merespons seperti ini

iklan

Rocky mengatakan, kasus yang menjerat Harris dan Fathia serupa dengan yang menjeratnya.

“Betul saya yang mengkritik presiden, bukan Jokowi. Kalau Anda mengkritik Luhut sebagai pejabat publik dan kekuatan militer, bagaimana Anda tahu siapa namanya? Ini berbeda dengan janji. Itu yang tidak dipahami jaksa,” dia dikatakan.

Polisi menangkap Luhut Haris Azhar dan Fathiya

Luhut, jagoan Hubungan Operasi Ekonomi dan Militer Intan Jaya, menghadirkan video podcast berjudul Luhut!!Jenderal Bin juga ada!! NgeHAMtam diunggah di YouTube oleh Haris Azhar.

Dalam video tersebut Harris dan Fathia membahas isi kajian ekonomi-politik penempatan militer di Papua: Kasus Ethan Jaya. Keduanya menyebut ‘Tuan Luhut’ yang sering digunakan untuk menyebut Luhut Binsar.

Menteri Kabinet Presiden Joko Widodo alias Jokowi, Haris Azhar dan Fathia mengaku menyayangkan ucapan mereka di podcast mereka.

“Iya, dalam konteks ini saya merasa negatif ya. Seperti Ngyek (mengejek saya). Jadi saya tidak muda dan sudah melakukan banyak hal dalam karir saya. Saya sedih,” kata Luhut. Hakim Kamis, 8 Juni 2023.

Pilihan Redaksi: Rocky Gerung Dicecar Hakim Soal Istri Selingkuh di Sidang Haris Azhar dan Luhut



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *