Sejarah Bos ID Pertahanan Sebelum Merger Perusahaan: BUMN Pertahanan Saling Bertarung Dalam Proyek.

Uncategorized160 Dilihat

TEMPO.CO, Jakarta – Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Industri Pertahanan PT Len Industri (Persero) atau Defend ID menyatakan ada sengketa antar proyek. BUMN Perlindungan pra-merger.

ID Pertahanan PT Len Industri (Persero) merupakan perusahaan milik negara industri pertahanan yang tergabung dalam holding company. Sementara itu, mereka adalah anggota cadangan PT Pindad (Persero), PT Dirgantara Indonesia (Persero) atau PTDI, PT PAL Indonesia (Persero) dan PT Dahana.

Sebenarnya sebelum kelimanya mengambil alih BUMN, seperti yang dikatakan Bang Arya (Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga), kalau di platform itu ada sistemnya, banyak silo seperti PT Pindad dan PT Lane. “ucap sang sutradara. Ketua Pembela ID Bobby Rashidin pada acara ngopi BUMN pada Selasa 10 Oktober 2023 di Kementerian BUMN, Jakarta Pusat.

Sekadar informasi, silo berarti penolakan untuk berbagi informasi. Selain itu, silo dapat merujuk pada kecenderungan untuk bekerja secara mandiri.

Misalnya, produk Lane Industries adalah Brain Tank. Sistem manajemen pertempuran (BMS) Menurut Bobby, saat tank sudah bekerja di Pindad, Lane tidak mendapat bagian.

Begitu pula saat PT PAL Indonesia mengoperasikan kapal. Dia bilang otak itu sebuah kapal Sistem manajemen pertempuran (CMS) dikembangkan oleh Lane sejak 2010. Namun karena saat itu PT PAL dan PT Len sedang bersaing, lanjutnya, kapal perang yang dibangun CMS saat itu tidak menggunakan produk Len.

iklan

“Jadi dulu kalau TKDN (Standar Badan Dalam Negeri) bersifat silo, standarnya sangat rendah karena masing-masing badan mengurus dirinya sendiri,” kata Bobby.

Ia pun bersyukur dengan terbentuknya Defend ID sebagai holding BUMN Industri Pertahanan. Bobby TKDN tumbuh menjadi 42 persen dari tahun lalu sebesar 20 persen.

Baca Juga  BRI akan menyalurkan Rp 48,10 triliun dengan harga Rp 319 per saham.

“Penarikan anggaran pertahanan dulu kurang dari 20 persen, alhamdulillah sekarang tidak biasa,” ujarnya. “Penyerapannya lebih dari 40 persen anggaran rutin dan rencana strategis (Renstra), diharapkan akhir tahun bisa 50 persen, akhir tahun depan mungkin 60 persen.”

Pilihan EditorID Defense: Industri pertahanan Indonesia tidak terpengaruh oleh konflik antara Hamas dan Israel.



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *