Singapore Airlines telah mengalami turbulensi besar, disebut-sebut sebagai kemungkinan penyebab turbulensi udara tersebut?

Uncategorized44 Dilihat

TEMPO.CO, Jakarta – Penyebab turbulensi besar pada pesawat Boeing 777-300ER penerbangan Singapura Di wilayah udara Myanmar pada Selasa 21 Mei masih belum pasti. Dewan Keselamatan Transportasi Nasional AS (NTSB) telah mengirimkan perwakilannya untuk memimpin penyelidikan atas kecelakaan yang menewaskan penumpang tersebut. Namun banyak pakar penerbangan yang menduga jatuhnya pesawat bernomor penerbangan SQ321 itu tampaknya disebabkan oleh serangan turbulensi udara. Turbulensi udara jernih (warna)

Jadi, apa itu CAT?

Erma Ulihastin, peneliti iklim dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), mengatakan CAT bukanlah sebuah fenomena. Kekerasan Umum. Dalam meteorologi, CAT didefinisikan sebagai pergerakan massa udara yang bergejolak tanpa adanya petunjuk visual seperti awan. Wilayah atmosfer yang paling rentan terkena CAT adalah troposfer, yang berada pada ketinggian 7.000-12.000 meter di atas permukaan bumi.

Menurut Irma, CAT terbentuk dari gabungan dua massa udara berbeda sehingga menimbulkan gelombang angin lokal. “Udara lembab bertemu udara kering, atau udara sangat dingin bertemu udara sangat hangat,” kata Erma. waktuJumat, 24 Mei 2024.

Menurut Emma, ​​​​terbentuknya gelombang angin tidak boleh disamakan dengan berkembangnya awan di udara. Dalam beberapa kasus, gelombang angin yang sangat kuat dapat terjadi di atmosfer dan tidak terlihat oleh penglihatan manusia dan teknologi radar. Terlebih lagi, dunia sedang mengalami perubahan iklim yang sedikit banyak mempengaruhi massa udara di suatu tempat.

Minimnya pembentukan awan yang terlihat inilah yang membuat CAT tergolong berbahaya untuk diterbangkan. Pesawat tersebut tidak terdeteksi radar, sehingga pilot tidak dapat melacaknya. Akibatnya, pilot dan awak kabin tidak dapat memperingatkan penumpang akan terjadinya kekerasan. Sementara itu, CAT menimbulkan turbulensi mendadak yang lebih berguncang dari biasanya.

Baca Juga  Toyota Rangga Rilis Q4 2024, Ini Estimasi Harganya

iklan

“Saat pesawat masuk ke area CAT, pemandangan pembentukan awan atau pertumbuhan awan tidak terlihat, tidak terlihat di radar dan pilot karena udara masih jernih dan cerah. sulit. Pakar iklim dan cuaca ekstrem Brin.

Seperti yang disebutkan sebelumnya ReutersSecara khusus, ia melihat serangkaian kerusuhan yang memperdebatkan apakah perubahan iklim dapat menyebabkan lebih banyak kekerasan. Sebuah laporan yang dikeluarkan oleh University of Reading tahun lalu mengindikasikan bahwa kekerasan mungkin akan semakin parah Perubahan iklim.

“Perkiraan terbaru kami di masa depan menunjukkan peningkatan serius dalam kekerasan Aliran jet Dalam beberapa dekade mendatang, jika perubahan iklim terus berlanjut seperti yang diperkirakan, Profesor Paul Williams, Profesor Ilmu Atmosfer di Universitas Reading, salah satu penulis laporan tersebut, mengatakan gelombang kuat akan terjadi. Aliran jet Yang dimaksud Williams biasanya diatur dengan CAT.

Meski demikian, Williams tetap berharap cuaca ke depannya akan bagus dan tidak memburuk. Menurutnya, penelitian mengenai dampak iklim terhadap kekerasan masih memerlukan penelitian baru dan valid. “Masih terlalu dini untuk menyalahkan perubahan iklim sebagai penyebab meningkatnya kekerasan baru-baru ini,” kata Williams.



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *